Tekno

AI Makin Dibutuhkan, Perguruan Tinggi Mulai Perluas Pendidikan Kecerdasan Buatan

Winna Wandayani | 8 Agustus 2026, 21:35 WIB
AI Makin Dibutuhkan, Perguruan Tinggi Mulai Perluas Pendidikan Kecerdasan Buatan
AI Makin Dibutuhkan, Perguruan Tinggi Mulai Perluas Pendidikan Kecerdasan Buatan (BINUS University)

AKURAT.CO Perkembangan kecerdasan buatan (AI) mulai mengubah kebutuhan dunia kerja di berbagai sektor. Kondisi ini membuat pemahaman AI semakin penting bagi calon mahasiswa yang memilih pendidikan.

AI kini digunakan di berbagai bidang, seperti keuangan, kesehatan, manufaktur, pendidikan, hukum, hingga industri kreatif. Generative AI, AI Agent, serta otomatisasi juga mulai membantu pekerjaan yang sebelumnya dilakukan secara manual.

Perkembangan AI turut menciptakan sejumlah profesi baru, seperti AI Engineer dan Machine Learning Engineer. Pekerjaan yang sudah ada juga mulai membutuhkan kemampuan untuk memanfaatkan teknologi AI.

Pemahaman AI tidak lagi hanya diperlukan oleh calon programmer. Teknologi ini juga digunakan untuk membantu pekerjaan di bidang hukum, kesehatan, bisnis, hingga industri kreatif.

Literasi AI kini berpotensi menjadi kompetensi yang dibutuhkan di berbagai bidang. Bagi calon mahasiswa, kemampuan tersebut dapat menjadi bekal saat memasuki dunia kerja yang semakin banyak menggunakan AI.

Perubahan kebutuhan industri turut menjadi tantangan bagi perguruan tinggi. Mahasiswa tidak hanya membutuhkan kemampuan teknis, tetapi juga kemampuan berpikir kritis, bekerja lintas bidang dan memahami etika AI.

Di Indonesia, kebutuhan talenta AI berkembang seiring pertumbuhan ekonomi digital dan jumlah penduduk usia produktif. Dunia pendidikan pun dituntut menjembatani kebutuhan industri dengan kompetensi para lulusannya.

Menanggapi perkembangan tersebut, BINUS University memperluas Program Artificial Intelligence ke sejumlah kampus. Program yang sebelumnya tersedia di BINUS @Kemanggisan dan BINUS @Alam Sutera kini hadir di BINUS @Bekasi, BINUS @Bandung, BINUS @Malang, serta BINUS University @Semarang.

Program Computer Science di BINUS @Medan juga memperkuat pembelajaran terkait Artificial Intelligence. Kebijakan ini ditujukan untuk memperluas akses pendidikan AI bagi calon mahasiswa di berbagai daerah.

"Kami ingin memastikan semakin banyak generasi muda Indonesia memperoleh kesempatan yang sama untuk menguasai teknologi masa depan, sehingga mereka mampu menjadi inovator yang memberikan dampak positif bagi masyarakat," ujar Dr. Nelly selaku Rektor BINUS University, dalam keterangan tertulis yang diterima, Sabtu (8/8/2026).

Pembelajaran AI di BINUS University tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis. Materinya mencakup data science, machine learning, computer vision, robotics, etika AI, hingga bisnis.

Mahasiswa juga mendapat pengalaman melalui proyek dan kolaborasi dengan industri. Hal ini membantu mahasiswa memahami penerapan AI dalam berbagai persoalan dunia kerja.

Dekan School of Computer Science BINUS University, Prof. Derwin Suhartono, mengatakan masyarakat perlu mengubah cara melihat perkembangan AI. "AI bukan lagi teknologi masa depan, melainkan bagian dari kehidupan kita hari ini," katanya.

Menurut dia, kemampuan AI tidak cukup hanya dengan menggunakan berbagai aplikasinya. Mahasiswa juga perlu memahami cara kerja AI, mengevaluasi hasilnya, mengembangkan solusi, serta menggunakannya secara bertanggung jawab.

Pendidikan AI juga tidak hanya ditujukan untuk mencetak programmer. Lulusan dari berbagai bidang perlu mampu beradaptasi dan menggunakan AI secara tepat di dunia kerja.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.