Elon Musk Prediksi AI Lampaui Kecerdasan Manusia dalam Lima Tahun, Benarkah?

AKURAT.CO Elon Musk kembali melontarkan prediksi ambisius mengenai masa depan kecerdasan buatan (AI). CEO Tesla dan SpaceX itu meyakini AI akan berkembang jauh melampaui kemampuan manusia dalam waktu sekitar lima tahun.
Musk mengatakan perubahan yang dibawa AI akan sangat besar dan sulit dibandingkan dengan revolusi teknologi sebelumnya. Menurutnya, dunia sedang bergerak menuju era baru yang belum pernah dialami umat manusia.
Ia memperkirakan AI nantinya mampu mengerjakan hampir semua tugas lebih baik daripada manusia. Satu-satunya hal yang dinilai tetap menjadi keunggulan manusia adalah sisi kemanusiaan itu sendiri.
"Saya pikir AI mungkin melebihi jumlah kecerdasan manusia dalam waktu sekitar lima tahun," kata Musk, dikutip dari The Economist, Selasa (4/8/2026).
Musk juga memprediksi dunia akan memasuki age of abundance atau era kelimpahan berkat perkembangan AI. Dalam skenario tersebut, berbagai kebutuhan manusia disebut bisa dipenuhi dengan lebih mudah berkat otomatisasi dan kecerdasan mesin.
Menurutnya, kondisi itu dapat terwujud selama tidak terjadi peristiwa besar yang menghambat perkembangan teknologi, seperti perang dunia. Jika skenario tersebut berjalan sesuai harapan, AI diyakini akan menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi global.
Pendiri Tesla itu juga memperkirakan jumlah robot humanoid akan meningkat sangat pesat dalam beberapa tahun mendatang. Ia menyebut jumlahnya bisa mencapai sedikitnya 100 juta unit, bahkan berpotensi menyentuh satu miliar unit.
Robot-robot tersebut diperkirakan akan mengambil alih berbagai pekerjaan fisik di berbagai sektor industri. Tesla sendiri saat ini tengah mengembangkan robot humanoid bernama Optimus yang ditujukan sebagai pekerja serbaguna.
Sebelumnya, Musk menyebut menabung untuk dana pensiun bisa menjadi tidak relevan jika AI berhasil menciptakan era kelimpahan. Menurutnya, berbagai kebutuhan hidup akan tersedia dengan lebih mudah berkat kemajuan AI.
Meski demikian, pandangan Musk tidak sepenuhnya disepakati oleh kalangan akademisi maupun pengamat teknologi. Sebagian menilai AI memang dapat meningkatkan produktivitas, tetapi juga membawa risiko terhadap pasar tenaga kerja.
Futurolog asal Australia, Rocky Scopelliti, menilai tantangan terbesar bukan sekadar AI menggantikan pekerjaan manusia. Menurutnya, persoalan utama adalah siapa yang menguasai robot, data dan teknologi AI di masa depan.
Lembaga International Monetary Fund memperkirakan sekitar 40 persen pekerjaan di dunia berpotensi terdampak AI. Di negara-negara maju, angka tersebut bahkan diperkirakan mencapai sekitar 60 persen.
Sementara itu, Goldman Sachs memperkirakan sekitar 300 juta pekerjaan penuh waktu berisiko terdampak otomatisasi. Di sisi lain, World Economic Forum memproyeksikan AI juga akan menciptakan jutaan jenis pekerjaan baru hingga 2030.
Pandangan mengenai dampak AI terhadap pekerjaan pun masih beragam. Geoffrey Hinton memperkirakan banyak pekerjaan kantoran akan tergantikan, sedangkan David Autor menilai AI lebih cenderung mengubah jenis pekerjaan dibanding menghapus seluruh industri.
Scopelliti menilai pertanyaan terpenting saat ini bukan lagi apakah AI akan melampaui kecerdasan manusia. Menurutnya, tantangan terbesar adalah bagaimana manusia mengatur peran AI dalam masyarakat serta memastikan manfaat ekonominya dapat dirasakan secara lebih merata.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Infinix GT 50 Pro Dukung Kapolri Cup 2026, Polda Metro Jaya Juara
- 2Chery Freelander 8 Mulai Pre-Order di China, Punya Tenaga 818 HP
- 3Apple Dikabarkan Tunda iPhone 18 Reguler hingga 2027, Fokus ke Model Premium
- 4SpaceX Siapkan 1 Juta Satelit AI, Ilmuwan Khawatir Ganggu Iklim Bumi
- 5DeepSeek V4 Pro Resmi Dirilis, Harganya 14 Kali Lebih Mahal dari V4 Flash
- 6Samsung Pangkas Proses Desain Chip dari Sebulan Jadi Dua Hari Berkat Claude AI
- 7Daihatsu Raih 591 SPK di GIIAS 2026, K-Vision Sabet Penghargaan
- 8Google Pixel 11 Bisa Terjemahkan Bahasa Isyarat Jadi Teks Berkat AI
- 9Apple Siapkan 5 Perangkat Baru pada September 2026, Ada iPhone Lipat
- 10Apple Siapkan AI Sendiri untuk iPhone di China, Gandeng Alibaba









