Tekno

Dharma Polimetal Kenalkan Fast Charging 2W dan Buffer Charging di GIIAS 2026

Winna Wandayani | 2 Agustus 2026, 22:30 WIB
Dharma Polimetal Kenalkan Fast Charging 2W dan Buffer Charging di GIIAS 2026
Dharma Polimetal Kenalkan Fast Charging 2W dan Buffer Charging di GIIAS 2026 (AKURAT.CO/Winna Wandayani)

AKURAT.CO PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) memperkenalkan Fast Charging 2W dan Buffer Charging di GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Kedua produk pendukung ekosistem kendaraan listrik roda dua tersebut memiliki tingkat komponen dalam negeri (TKDN) sebesar 50 persen.

Fast Charging 2W dirancang untuk mempercepat proses pengisian daya kendaraan listrik roda dua. Perangkat ini diklaim mampu mengisi daya dalam waktu sekitar 15 menit.

Sementara itu, Buffer Charging merupakan perangkat pengisian daya portabel yang dapat dibawa ke berbagai lokasi. Produk ini ditujukan untuk mendukung kebutuhan pengisian daya di kawasan perkebunan, pertambangan, hingga area industri yang memiliki keterbatasan infrastruktur.

Dharma Polimetal menyatakan tengah mengembangkan ekosistem kendaraan listrik terintegrasi di Indonesia. Upaya ini menjadi bagian dari infrastruktur pendukung Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) roda dua.

Presiden Direktur Dharma Polimetal, Irianto Santoso, mengatakan pengembangan ekosistem tidak hanya berfokus pada produksi kendaraan listrik. Menurutnya, kemudahan akses terhadap infrastruktur pengisian daya juga menjadi perhatian perusahaan.

"Dalam hal ini, Fast Charging merupakan fondasi utama untuk membangun ekosistem EV yang terintegrasi, berdaya saing, sekaligus mendorong pertumbuhan industri nasional," kata Irianto, saat konferensi pers di ICE BSD City, Tangerang, Sabtu (1/8/2026).

Menurut perusahaan, pengembangan ekosistem tersebut akan diawali melalui proyek percontohan (pilot project) di lingkungan operasional Dharma Group. Hal ini menjadi tahap awal sebelum implementasi dilakukan secara lebih luas.

Setelah tahap uji coba, Dharma Polimetal berencana memperluas pengembangan ekosistem kendaraan listrik. Upaya tersebut akan dilakukan melalui kerja sama dengan pemerintah, pelaku industri, institusi, dan berbagai mitra.

"Setelah itu, pengembangan akan dilakukan secara bertahap melalui kolaborasi strategis bersama pemerintah, pelaku industri, institusi, dan berbagai mitra terkait untuk membangun ekosistem kendaraan listrik yang terintegrasi dan berdaya saing," tutup Irianto.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.