Tekno

Rekening dan Mobile Banking Semakin Praktis, Tapi Juga Semakin Rentan

Winna Wandayani | 1 Agustus 2026, 23:45 WIB
Ilustrasi penipuan digital. (Freepik)

AKURAT.CO Mobile banking membuat transaksi keuangan menjadi lebih cepat dan praktis. Namun, di saat yang sama, pelaku kejahatan siber juga semakin gencar memanfaatkan berbagai celah untuk menguras rekening korban.

Penipuan perbankan kini semakin banyak menggunakan teknik social engineering untuk mengelabui korban agar memberikan kode One-Time Password (OTP) atau data rekening. Modus ini dinilai lebih efektif dibanding membobol sistem keamanan bank secara langsung.

Dikutip dari Reuters, Jumat (31/7/2026), penipuan perbankan kerap diawali melalui email, SMS, atau panggilan telepon yang tampak meyakinkan. Pelaku kemudian menyamar sebagai petugas bank dan membujuk korban memindahkan uang ke rekening yang diklaim lebih aman.

Cara tersebut memanfaatkan rasa panik korban. Ketika korban terburu-buru mengikuti instruksi pelaku, proses pencurian dana pun menjadi lebih mudah dilakukan.

Kode OTP masih menjadi salah satu target utama pelaku. Kabarnya, penipu kerap memanfaatkan situasi mendesak agar korban bersedia membagikan OTP yang sebenarnya hanya boleh diketahui pemilik rekening.

Padahal, OTP merupakan lapisan keamanan tambahan untuk memverifikasi transaksi maupun login. Jika kode tersebut diberikan kepada orang lain, pelaku dapat menyelesaikan proses yang sebelumnya tidak bisa dilakukan.

Namun, tidak semua penipuan menggunakan telepon. Banyak pelaku mengirim tautan menuju situs palsu yang dibuat menyerupai halaman resmi bank atau layanan pembayaran.

Dikutip dari BBC News, penggunaan kecerdasan buatan (AI) membuat penipuan digital semakin sulit dikenali. Pelaku dapat memanfaatkan teknologi tersebut untuk membuat pesan atau suara palsu yang tampak meyakinkan sehingga pengguna perlu lebih waspada.

Meski bank terus meningkatkan sistem keamanannya, pengguna tetap menjadi lapisan pertahanan terpenting. Karena itu, ada beberapa kebiasaan yang sebaiknya diterapkan:

- Jangan pernah memberikan OTP, PIN, atau password kepada siapa pun.

- Pastikan alamat situs dan aplikasi benar-benar resmi sebelum login.

- Abaikan panggilan yang meminta memindahkan uang ke rekening lain dengan alasan keamanan.

- Segera hubungi layanan resmi bank apabila menerima notifikasi transaksi yang tidak dikenal.

Semakin mudah layanan perbankan digital, semakin penting bagi pengguna untuk mengenali berbagai modus penipuan. Cara sederhana seperti tidak membagikan OTP dan selalu memeriksa keaslian pesan dapat membantu mengurangi risiko menjadi korban kejahatan siber.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.