Xiaomi Perkenalkan SUV Sky Nomad, Perluas Ekspansi di Industri Mobil Listrik

AKURAT.CO Xiaomi resmi memperkenalkan lini SUV terbaru bernama Sky Nomad. Peluncuran ini menjadi upaya baru perusahaan untuk memperkuat bisnis otomotif di tengah melambatnya pertumbuhan pasar smartphone.
Sky Nomad mengusung teknologi Extended-Range Electric Vehicle (EREV). Teknologi ini menggabungkan motor listrik dengan mesin bensin yang berfungsi sebagai generator untuk memperpanjang jarak tempuh baterai.
CEO Xiaomi, Lei Jun, mengatakan Sky Nomad dirancang sebagai SUV pintar dengan kabin luas dan serbaguna. Di pasar China, model tersebut dipasarkan menggunakan nama Xiaomi Pengcheng.
Mobil EREV berada di antara hybrid konvensional dan mobil listrik murni. Kendaraan tetap digerakkan motor listrik, sementara mesin pembakaran hanya digunakan untuk mengisi daya baterai saat diperlukan.
Peluncuran Sky Nomad memperluas jajaran kendaraan Xiaomi setelah sebelumnya menghadirkan sedan SU7 dan crossover YU7. Segmen SUV EREV sendiri tengah berkembang pesat dan semakin diminati di pasar China.
Bisnis mobil listrik Xiaomi telah berkembang menjadi salah satu sumber pendapatan perusahaan dalam dua tahun terakhir. Hal ini diambil setelah pertumbuhan bisnis smartphone dan perangkat rumah pintar mulai melambat.
Meski demikian, industri otomotif masih membutuhkan investasi yang besar dengan margin keuntungan lebih kecil dibandingkan bisnis elektronik. Karena itu, Xiaomi terus memperluas portofolio kendaraannya untuk memperkuat daya saing.
Xiaomi memosisikan mobil buatannya sebagai alternatif kendaraan listrik berteknologi tinggi asal China. Model SU7 bersaing dengan Tesla Model 3, sedangkan YU7 dipasarkan sebagai rival Tesla Model Y, sebagaimana dikutip dari Reuters, Senin (13/7/2026).
Data platform otomotif DCar menunjukkan Xiaomi telah mengirimkan sekitar 258.232 unit YU7 di China sejak diluncurkan pada Juni 2025 hingga akhir Juni 2026. Dalam periode yang sama, penjualan Tesla Model Y di negara tersebut mencapai sekitar 471.207 unit.
Saat ini Xiaomi masih berfokus memenuhi permintaan pasar domestik dan belum mengekspor mobilnya. Perusahaan menargetkan mulai memasuki pasar Eropa pada tahun depan, sementara Lei Jun menilai mobil kini telah berkembang menjadi ruang kedua bagi banyak penggunanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Infinix GT 50 Pro Dukung Kapolri Cup 2026, Polda Metro Jaya Juara
- 2Chery Freelander 8 Mulai Pre-Order di China, Punya Tenaga 818 HP
- 3Apple Dikabarkan Tunda iPhone 18 Reguler hingga 2027, Fokus ke Model Premium
- 4SpaceX Siapkan 1 Juta Satelit AI, Ilmuwan Khawatir Ganggu Iklim Bumi
- 5DeepSeek V4 Pro Resmi Dirilis, Harganya 14 Kali Lebih Mahal dari V4 Flash
- 6Samsung Pangkas Proses Desain Chip dari Sebulan Jadi Dua Hari Berkat Claude AI
- 7Daihatsu Raih 591 SPK di GIIAS 2026, K-Vision Sabet Penghargaan
- 8Google Pixel 11 Bisa Terjemahkan Bahasa Isyarat Jadi Teks Berkat AI
- 9Apple Siapkan 5 Perangkat Baru pada September 2026, Ada iPhone Lipat
- 10Apple Siapkan AI Sendiri untuk iPhone di China, Gandeng Alibaba









