China Terapkan Standar Baru Mobil Listrik Mulai Juli 2026, Baterai Wajib Tidak Terbakar

AKURAT.CO China akan menerapkan dua standar nasional baru untuk kendaraan energi baru (NEV) mulai 1 Juli 2026. Aturan ini bertujuan meningkatkan keselamatan mobil listrik dan baterai guna mengurangi risiko kebakaran.
Dikutip dari Economic Information, Kamis (17/6/2026), standar baru yang diterapkan mencakup aturan keselamatan kendaraan listrik (GB18384-2025) dan baterai kendaraan listrik (GB38031-2025). Kedua regulasi ini menetapkan persyaratan yang lebih ketat untuk meningkatkan keamanan kendaraan dan baterai.
Hal ini dilakukan seiring pesatnya pertumbuhan pasar mobil listrik di China. Data China Association of Automobile Manufacturers (CAAM) menunjukkan produksi dan penjualan kendaraan energi baru pada Mei 2026 masing-masing mencapai 1,55 juta unit dan 1,49 juta unit.
Salah satu perubahan utama adalah kewajiban pemasangan tombol pemutus daya fisik pada kendaraan listrik. Fitur ini membuat aliran listrik tegangan tinggi dapat diputus dengan satu tindakan untuk mempercepat proses penyelamatan saat darurat.
Di sektor baterai, China kini menerapkan standar keselamatan termal yang lebih ketat. Baterai tidak lagi hanya diwajibkan memberikan peringatan dini, tetapi juga harus mampu mencegah terjadinya kebakaran maupun ledakan.
Selain itu, baterai juga harus mampu melindungi diri dari benturan di bagian bawah kendaraan. Untuk menguji kemampuan tersebut, regulator menambahkan metode pengujian baru yang mensimulasikan tabrakan pada area kolong mobil.
Standar baru juga mengharuskan baterai tetap aman setelah menjalani 300 kali siklus pengisian cepat. Setelah pengujian tersebut, baterai masih harus lolos uji korsleting eksternal tanpa menimbulkan kebakaran maupun ledakan.
Para ahli menilai regulasi ini dapat mendorong industri mobil listrik menjadi lebih sehat. Produsen yang mampu memenuhi standar keselamatan tinggi akan lebih diuntungkan, sementara produk murah dengan kualitas rendah akan semakin sulit bersaing.
Akademisi Tongji University, Han Guangshuai, menyebut aturan baru ini juga berpotensi meningkatkan kepercayaan pasar mobil bekas listrik. Selain itu, perusahaan asuransi diperkirakan lebih mudah memberikan perlindungan dengan premi yang lebih kompetitif.
Sementara itu, ilmuwan utama CATL, Wu Kai, menilai standar baru ini akan meningkatkan keselamatan kendaraan listrik. Ia memperkirakan tingkat kebakaran spontan mobil listrik di China bisa lebih rendah dibanding kendaraan bermesin konvensional.
Sejumlah produsen besar mengaku siap memenuhi aturan baru tersebut. CATL dan BYD menyatakan produk baterai mereka telah lolos bahkan melampaui standar keselamatan yang ditetapkan.
Meski demikian, sejumlah analis memperkirakan standar yang lebih ketat dapat meningkatkan biaya produksi baterai. Dampaknya terhadap harga mobil listrik baru akan bergantung pada strategi pengendalian biaya dan kebijakan harga masing-masing produsen.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Mitsubishi Pajero Baru Berpotensi Hadir dengan Varian Ralliart, Ini Bocorannya
- 2Daftar iPhone, iPad, hingga Mac yang Mendukung Siri AI Baru dari Apple
- 3Galaxy Z Fold 8 Ultra Kembali Bocor, Pertahankan Desain Khas Seri Fold
- 4Pemerintah AS Perintahkan Anthropic Hentikan Fable 5 dan Mythos 5
- 5vivo X Fold6 Resmi Meluncur 26 Juni, Pre-Order Sudah Dibuka di China
- 6Apa Itu Matter? Teknologi Smart Home yang Bikin Perangkat Beda Merek Bisa Terhubung
- 7Bocoran Oppo Find N7 Terungkap, Ponsel Lipat Layar Lebar Siap Hadir pada 2027
- 8WhatsApp Uji Coba Panggilan Suara dan Video Grup di Versi Web
- 9Opera Android Punya Tampilan Baru dan Fitur Khusus Sepak Bola Ramaikan Piala Dunia 2026
- 10Google dan Samsung Rilis Pembaruan Darurat Android untuk Atasi Celah Keamanan Berbahaya




