Tekno

Tim Cook Isyaratkan Harga iPhone 18 Naik Akibat Lonjakan Biaya Chip Memori

Winna Wandayani | 19 Juni 2026, 23:58 WIB
Tim Cook Isyaratkan Harga iPhone 18 Naik Akibat Lonjakan Biaya Chip Memori
Tim Cook (Apple.com)

AKURAT.CO CEO Apple, Tim Cook, mengindikasikan harga iPhone generasi berikutnya berpotensi mengalami kenaikan. Lonjakan biaya komponen, khususnya chip memori, membuat perusahaan sulit mempertahankan harga seperti sebelumnya.

Cook mengatakan Apple selama ini berupaya menanggung kenaikan biaya komponen agar tidak dibebankan kepada konsumen. Namun, kondisi pasar saat ini dinilai sudah tidak memungkinkan strategi tersebut terus dilakukan.

Menurut Cook, kenaikan harga tidak bisa dihindari. Ia menambahkan Apple telah menyerap sebagian kenaikan biaya komponen sepanjang 2026, meski tidak menjelaskan produk mana yang akan terdampak maupun besaran kenaikannya.

Pernyataan tersebut muncul menjelang peluncuran iPhone 18 yang diperkirakan berlangsung beberapa bulan lagi. Kabarnya, harga model baru itu dapat meningkat hingga US$200 (sekitar Rp3,5 jutaan) dibanding seri iPhone 17.

Salah satu penyebabnya adalah meningkatnya permintaan chip memori yang kini tidak hanya berasal dari industri smartphone, tetapi juga perusahaan kecerdasan buatan (AI). Kondisi ini membuat harga komponen penyimpanan dan memori terus melonjak.

Dikutip dari Wall Street Journal, Kamis (18/6/2026), firma riset TechInsights memperkirakan biaya komponen memori dan penyimpanan pada iPhone 18 Pro bisa lebih mahal sekitar US$150 (sekitar Rp2,6 jutaan) dibanding iPhone 17 Pro.

Sebelumnya, iPhone 18 Pro dirumorkan tetap dibanderol US$1.099 (sekitar Rp19 jutaan) seperti generasi sebelumnya. Namun, pernyataan Cook mengindikasikan Apple kemungkinan akan membebankan sebagian kenaikan biaya produksi kepada konsumen.

Meski demikian, Apple hingga kini belum mengumumkan harga resmi maupun rincian produk yang akan mengalami penyesuaian harga.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.