Google Ajukan Izin Lepas 32 Juta Nyamuk Steril untuk Kurangi Penyakit Menular

AKURAT.CO Google mengajukan permohonan kepada pemerintah Amerika Serikat untuk melepas hingga 32 juta nyamuk steril di California dan Florida. Program ini ditujukan untuk menekan populasi nyamuk yang menjadi penyebar berbagai penyakit berbahaya.
Dokumen yang sedang ditinjau Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat (EPA) menunjukkan rencana pelepasan sekitar 16 juta nyamuk per tahun. Uji coba tersebut direncanakan berlangsung selama dua tahun jika izin disetujui.
Inisiatif ini merupakan bagian dari program Debug yang dikembangkan Google untuk mengendalikan populasi nyamuk. Perusahaan memanfaatkan teknologi dan data untuk mendukung upaya kesehatan masyarakat.
Target utama program ini adalah nyamuk Aedes aegypti yang banyak ditemukan di daerah tropis dan subtropis. Spesies tersebut dikenal sebagai pembawa virus dengue, Zika, chikungunya dan demam kuning.
Nyamuk yang akan dilepas adalah nyamuk jantan yang tidak menggigit manusia dan tidak menularkan penyakit. Nyamuk tersebut telah diberi bakteri alami bernama Wolbachia sebelum dilepas ke lingkungan, sebagaimana dikutip dari The Guardian, Selasa (16/6/2026).
Ketika nyamuk jantan ber-Wolbachia kawin dengan nyamuk betina liar, telur yang dihasilkan tidak akan menetas. Kondisi ini membuat jumlah nyamuk berkurang secara bertahap dari generasi ke generasi.
Google menilai metode ini lebih aman dibandingkan penggunaan insektisida secara terus-menerus. Selain berpotensi mencemari lingkungan, efektivitas insektisida juga dapat menurun akibat resistansi.
Untuk mendukung program tersebut, Google memanfaatkan kecerdasan buatan (AI), sensor dan sistem otomatis. Teknologi visi komputer digunakan untuk memisahkan nyamuk jantan dan betina dengan tingkat akurasi tinggi.
Program Debug awalnya dikembangkan oleh Verily Health, perusahaan teknologi kesehatan yang berada di bawah Alphabet. Pada akhir 2024, Google mengambil alih penuh proyek tersebut untuk memperluas pengembangannya.
Google mengklaim pendekatan serupa telah menunjukkan hasil positif di Singapura. Pelepasan jutaan nyamuk jantan ber-Wolbachia disebut berhasil menekan populasi Aedes aegypti hingga 90 persen dan menurunkan kasus dengue secara signifikan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Mitsubishi Pajero Baru Berpotensi Hadir dengan Varian Ralliart, Ini Bocorannya
- 2Daftar iPhone, iPad, hingga Mac yang Mendukung Siri AI Baru dari Apple
- 3Galaxy Z Fold 8 Ultra Kembali Bocor, Pertahankan Desain Khas Seri Fold
- 4Pemerintah AS Perintahkan Anthropic Hentikan Fable 5 dan Mythos 5
- 5vivo X Fold6 Resmi Meluncur 26 Juni, Pre-Order Sudah Dibuka di China
- 6Insta360 Luna Ultra Meluncur, Kamera Gimbal Saku Penantang DJI Osmo Pocket
- 7Apa Itu Matter? Teknologi Smart Home yang Bikin Perangkat Beda Merek Bisa Terhubung
- 8Bocoran Oppo Find N7 Terungkap, Ponsel Lipat Layar Lebar Siap Hadir pada 2027
- 9WhatsApp Uji Coba Panggilan Suara dan Video Grup di Versi Web
- 10Opera Android Punya Tampilan Baru dan Fitur Khusus Sepak Bola Ramaikan Piala Dunia 2026





