Tekno

Google Ajukan Izin Lepas 32 Juta Nyamuk Steril untuk Kurangi Penyakit Menular

Winna Wandayani | 17 Juni 2026, 22:33 WIB
Google Ajukan Izin Lepas 32 Juta Nyamuk Steril untuk Kurangi Penyakit Menular
Ilustrasi Nyamuk (Freepik)

AKURAT.CO Google mengajukan permohonan kepada pemerintah Amerika Serikat untuk melepas hingga 32 juta nyamuk steril di California dan Florida. Program ini ditujukan untuk menekan populasi nyamuk yang menjadi penyebar berbagai penyakit berbahaya.

Dokumen yang sedang ditinjau Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat (EPA) menunjukkan rencana pelepasan sekitar 16 juta nyamuk per tahun. Uji coba tersebut direncanakan berlangsung selama dua tahun jika izin disetujui.

Inisiatif ini merupakan bagian dari program Debug yang dikembangkan Google untuk mengendalikan populasi nyamuk. Perusahaan memanfaatkan teknologi dan data untuk mendukung upaya kesehatan masyarakat.

Target utama program ini adalah nyamuk Aedes aegypti yang banyak ditemukan di daerah tropis dan subtropis. Spesies tersebut dikenal sebagai pembawa virus dengue, Zika, chikungunya dan demam kuning.

Nyamuk yang akan dilepas adalah nyamuk jantan yang tidak menggigit manusia dan tidak menularkan penyakit. Nyamuk tersebut telah diberi bakteri alami bernama Wolbachia sebelum dilepas ke lingkungan, sebagaimana dikutip dari The Guardian, Selasa (16/6/2026).

Ketika nyamuk jantan ber-Wolbachia kawin dengan nyamuk betina liar, telur yang dihasilkan tidak akan menetas. Kondisi ini membuat jumlah nyamuk berkurang secara bertahap dari generasi ke generasi.

Google menilai metode ini lebih aman dibandingkan penggunaan insektisida secara terus-menerus. Selain berpotensi mencemari lingkungan, efektivitas insektisida juga dapat menurun akibat resistansi.

Untuk mendukung program tersebut, Google memanfaatkan kecerdasan buatan (AI), sensor dan sistem otomatis. Teknologi visi komputer digunakan untuk memisahkan nyamuk jantan dan betina dengan tingkat akurasi tinggi.

Program Debug awalnya dikembangkan oleh Verily Health, perusahaan teknologi kesehatan yang berada di bawah Alphabet. Pada akhir 2024, Google mengambil alih penuh proyek tersebut untuk memperluas pengembangannya.

Google mengklaim pendekatan serupa telah menunjukkan hasil positif di Singapura. Pelepasan jutaan nyamuk jantan ber-Wolbachia disebut berhasil menekan populasi Aedes aegypti hingga 90 persen dan menurunkan kasus dengue secara signifikan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.