Tekno

Huawei Berterima Kasih ke AS karena Picu Kemajuan Industri Chip China

Winna Wandayani | 9 Juni 2026, 18:00 WIB
Huawei Berterima Kasih ke AS karena Picu Kemajuan Industri Chip China
Huawei (Huawei.com)

AKURAT.CO Huawei menilai pembatasan Amerika Serikat justru mempercepat perkembangan industri semikonduktor China. Hal itu disampaikan Ketua Huawei, Xu Zhijun, saat membahas dampak sanksi yang telah berlaku sejak 2019.

Menurut Xu, pembatasan ekspor teknologi dan rantai pasok global memaksa Huawei serta industri China memperkuat pengembangan chip dalam negeri. Kondisi ini mendorong peningkatan investasi pada desain, manufaktur dan infrastruktur semikonduktor.

Sebelum terkena sanksi, Huawei bergantung pada pabrik chip luar negeri untuk memproduksi prosesor canggih. Setelah akses tersebut dibatasi, perusahaan menyesuaikan strategi desain dan produksinya dengan kemampuan yang tersedia di China.

Xu mengatakan tekanan dari Amerika Serikat tidak hanya berdampak pada Huawei, tetapi juga industri semikonduktor China secara luas. Kondisi ini mendorong perusahaan, lembaga riset dan produsen lokal mengembangkan teknologi pengganti produk asing.

Meski mengakui teknologi manufaktur chip China masih tertinggal beberapa tahun dibanding pemain global, Xu menilai kemajuannya cukup signifikan. Ia menyebut perkembangan yang terjadi saat ini mendapat dukungan luas dari berbagai pihak di dalam negeri.

"Jika bukan karena Amerika Serikat yang memaksa negara kita, perusahaan kita, dan industri kita, kita tidak akan bisa melakukan sesuatu seperti ini," ujar Xu Zhijun, dikutip dari TechRadar, Senin (8/6/2026).

Ia bahkan menyampaikan terima kasih kepada pemerintah AS karena secara tidak langsung mendorong pertumbuhan rantai industri semikonduktor China. Menurutnya, industri tersebut kini menunjukkan momentum yang positif dan terus berkembang.

Huawei merespons sanksi dengan mempertahankan produk yang ada sambil memperkuat riset dan pengembangan chip jangka panjang. Perusahaan juga menyesuaikan desain perangkat keras agar kompatibel dengan kemampuan manufaktur dalam negeri.

Dalam proses tersebut, para insinyur Huawei harus mengatasi berbagai keterbatasan teknologi yang cukup kompleks. Upaya itu menghasilkan ratusan desain chip yang disesuaikan dengan lingkungan produksi lokal di China.

Upaya Huawei bersama pelaku industri lainnya turut memperkuat ekosistem semikonduktor domestik. Meski masih menghadapi tantangan pada teknologi manufaktur canggih, China dinilai berhasil mengurangi ketergantungan terhadap teknologi asing.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.