Google Luncurkan Gemini Omni, AI Pembuat Video Realistis Pengganti Sora

AKURAT.CO Google memperkenalkan Gemini Omni sebagai teknologi kecerdasan buatan (AI) terbaru untuk membuat video realistis dari foto, video, maupun teks. Fitur ini hadir setelah OpenAI menghentikan layanan video AI mereka, Sora.
Peluncuran Gemini Omni dilakukan dalam ajang Google I/O 2026 yang digelar baru-baru ini. Dalam presentasinya, CEO Google DeepMind Demis Hassabis menunjukkan berbagai kemampuan AI tersebut.
Gemini Omni membuat pengguna dapat mengubah latar video secara instan saat merekam diri sendiri. Pengguna bisa terlihat berada di Mars, hutan tropis, hingga ruangan pesta dengan efek disko.
Teknologi ini tidak hanya berfungsi sebagai filter visual biasa untuk video. Google menyebut Gemini Omni sebagai 'world model' yang mampu meniru simulasi dunia nyata secara lebih akurat.
Kemampuan tersebut dikembangkan untuk mendukung ambisi Google dalam membangun artificial general intelligence atau AGI. Dengan teknologi itu, AI dapat menghasilkan video dengan gerakan dan efek visual yang terlihat lebih alami.
Selain konten hiburan, Gemini Omni juga dapat dipakai untuk membuat video edukasi. Google mendemonstrasikan video bergaya claymation yang menjelaskan konsep sains untuk anak-anak.
Google mulai menghadirkan Omni Flash melalui aplikasi Gemini, Google Flow dan YouTube Shorts. Namun, akses penuh di Gemini App dan Google Flow hanya tersedia bagi pelanggan Google AI Plus, Pro dan Ultra.
Sementara itu, pengguna YouTube Shorts dan aplikasi YouTube Create dapat mencoba fitur tersebut tanpa biaya tambahan. Google menyebut akses gratis itu akan mulai dibuka dalam pekan ini.
Kehadiran Gemini Omni muncul setelah OpenAI resmi menghentikan aplikasi dan layanan web Sora bulan lalu. OpenAI mengalihkan sumber daya komputasi AI untuk mendukung proyek lain yang dianggap lebih prioritas.
Dikutip dari laman resminya, Kamis (21/5/2026), Google juga menambahkan watermark digital SynthID pada setiap video hasil Gemini Omni. Hal ini dilakukan untuk membantu identifikasi konten AI sekaligus mengurangi potensi penyalahgunaan seperti deepfake.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Chery Freelander 8 Mulai Pre-Order di China, Punya Tenaga 818 HP
- 2Apple Dikabarkan Tunda iPhone 18 Reguler hingga 2027, Fokus ke Model Premium
- 3HAKA Auto Ungkap Mobil Listrik Mulai Masuk ke Kebutuhan Mobilitas Harian
- 4BYD Kantongi Lebih dari 4.000 SPK di GIIAS 2026, M6 DM Jadi Kontributor Utama
- 5Sewa Mobil Goldenbird Kini Bisa Dipesan Lewat MyBluebird dan Web
- 6ChatGPT Kini Bisa Edit dan Simpan File Google Drive Langsung dari Chat
- 7Harga GPU Nvidia, AMD, Intel Terbaru Agustus 2026
- 8Teknik X-Ray Baru Bisa Gandakan Efisiensi Pemindaian
- 9Apple Kuasai 46 Persen Pasar Wearable Band Global pada Kuartal II 2026
- 10ChatGPT Lulus Ujian Masuk Universitas Tokyo dengan Nilai Tertinggi






