Tekno

xAI Luncurkan Grok Build, Agen Coding Penantang Claude Code

Winna Wandayani | 16 Mei 2026, 14:54 WIB
xAI Luncurkan Grok Build, Agen Coding Penantang Claude Code
Grok Build Beta (X.ai)

AKURAT.CO xAI resmi meluncurkan agen coding terbaru bernama Grok Build. Produk ini diposisikan sebagai pesaing layanan serupa seperti Claude Code milik Anthropic.

Grok Build saat ini masih tersedia dalam versi beta awal. Aksesnya baru dibuka untuk pelanggan SuperGrok Heavy dengan biaya langganan US$300 (sekitar Rp5,2 jutaan) per bulan.

xAI menyebut Grok Build sebagai agen coding dan command line interface (CLI) untuk kebutuhan rekayasa perangkat lunak profesional. Platform ini dirancang untuk membantu pekerjaan coding yang kompleks dan berskala besar.

Pengguna SuperGrok Heavy sudah dapat mengunduh Grok Build melalui situs resmi xAI. Setelah instalasi, pengguna harus masuk menggunakan akun xAI untuk mulai mengakses layanan tersebut.

Peluncuran Grok Build menjadi upaya xAI mengejar ketertinggalan dari OpenAI dan Anthropic. Elon Musk sebelumnya mengakui kemampuan kecerdasan buatan (AI) milik xAI masih belum sekuat kompetitor dalam bidang coding.

Beberapa bulan lalu, Musk juga mengatakan bahwa xAI sedang dibangun ulang dari awal. Pernyataan itu muncul setelah sejumlah pendiri perusahaan memilih meninggalkan xAI.

Dikutip dari Bloomberg, Sabtu (16/5/2026), manajemen xAI sempat meminta tim internal meningkatkan performa Grok. Targetnya adalah agar Grok mampu menyamai kemampuan Claude dalam berbagai tugas AI.

Di sisi lain, Grok sempat menuai kontroversi terkait keamanan penggunaan AI generatif. Tahun lalu, chatbot tersebut diketahui dapat menghasilkan gambar seksual tanpa izin yang melibatkan orang asli.

Lembaga nirlaba Inggris Center for Countering Digital Hate (CCDH) menyebut Grok menghasilkan sekitar 3 juta gambar seksual. Dari jumlah itu, sekitar 23 ribu gambar disebut melibatkan anak-anak.

xAI kemudian memperbarui kebijakan platform untuk membatasi pengeditan gambar orang asli dengan pakaian terbuka. Sementara itu, perusahaan juga terus menjadi sorotan setelah merger dengan SpaceX yang diikuti hengkangnya puluhan peneliti dan insinyur AI.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.