Tekno

Qualcomm Perkenalkan Dragonfly C1000, Prosesor AI untuk Data Center Generasi Baru

Winna Wandayani | 25 Juni 2026, 18:23 WIB
Qualcomm Perkenalkan Dragonfly C1000, Prosesor AI untuk Data Center Generasi Baru
Qualcomm Dragonfly C1000 (Qualcomm.com)

AKURAT.CO Qualcomm memperluas bisnis data center dengan memperkenalkan prosesor dan akselerator kecerdasan buatan (AI) terbaru dalam ajang Investor Day. Kebijakan ini menjadi upaya perusahaan memperkuat posisi di pasar chip AI.

Salah satu produk yang diperkenalkan adalah Qualcomm Dragonfly C1000, prosesor khusus data center yang dirancang untuk menangani beban kerja AI generatif dan agentic AI. Chip ini juga akan menjadi bagian dari kerja sama jangka panjang Qualcomm dengan Meta.

Dragonfly C1000 menggunakan inti prosesor Qualcomm Oryon dengan lebih dari 250 core dan kecepatan di atas 5 GHz. Prosesor ini juga mendukung konektivitas PCIe Gen 7 dan CXL dengan bandwidth lebih dari 2 TB per detik.

Dikutip dari situs resminya, Kamis (25/6/2026), Qualcomm mengklaim Dragonfly C1000 mampu memberikan efisiensi daya lebih dari dua kali lipat dibanding prosesor server pesaing yang ada saat ini. Perusahaan menargetkan prosesor tersebut mulai tersedia secara komersial pada 2028.

Selain CPU baru, Qualcomm turut memperkenalkan teknologi High Bandwidth Compute (HBC). Arsitektur memori tiga dimensi ini dikembangkan untuk mengurangi hambatan transfer data sekaligus meningkatkan efisiensi dibanding teknologi High Bandwidth Memory (HBM).

Generasi pertama HBC akan digunakan pada akselerator AI250 yang dijadwalkan mulai diuji pada pertengahan 2027. Sementara itu, HBC generasi kedua akan menjadi bagian dari Dragonfly AI300 yang menawarkan bandwidth memori jauh lebih tinggi.

Qualcomm turut memperkenalkan Dragonfly AI300, akselerator AI generasi ketiga untuk menjalankan model bahasa besar (LLM) dan AI multimodal. Platform ini diklaim mampu menghadirkan efisiensi daya hingga delapan kali lebih baik dibanding GPU konvensional.

Tak hanya menghadirkan perangkat keras, Qualcomm juga mengumumkan layanan pengembangan chip kustom bagi penyedia layanan cloud. Perusahaan turut memperkenalkan solusi konektivitas optik dan tembaga berkecepatan hingga 800G dan 1.6T untuk mendukung infrastruktur AI berskala besar.

Sebagai bagian dari ekspansi tersebut, Qualcomm menjalin kerja sama multigenerasi dengan Meta untuk memasok prosesor data center. Dragonfly C1000 nantinya akan digunakan pada sebagian server generasi berikutnya milik perusahaan induk Facebook tersebut.

Presiden dan CEO Qualcomm Incorporated, Cristiano Amon, mengatakan meningkatnya penggunaan agentic AI mendorong lonjakan kebutuhan komputasi AI di data center. Menurutnya, lini Dragonfly dirancang untuk menghadirkan performa tinggi dengan konsumsi daya yang lebih efisien.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.