Nintendo Minta Maaf Usai Umumkan Kenaikan Harga Switch 2, Bagaimana di Indonesia?

AKURAT.CO Nintendo resmi mengumumkan kenaikan harga konsol Switch 2 di berbagai negara mulai September 2026. Perusahaan menyebut perubahan kondisi pasar global menjadi alasan utama di balik keputusan tersebut.
Di Amerika Serikat, harga Nintendo Switch 2 naik dari US$449,99 (sekitar Rp7,8 jutaan) menjadi US$499,99 (sekitar Rp8,7 jutaan). Sementara di sebagian besar wilayah Eropa, harga konsol meningkat dari €469,99 (sekitar Rp9,6 jutaan) menjadi €499,99 (sekitar Rp10,2 jutaan).
Untuk pasar Inggris, Nintendo belum mengungkap harga terbaru Switch 2. Perusahaan menyatakan informasi harga di wilayah tersebut akan diumumkan dalam waktu dekat.
Nintendo juga menyampaikan permintaan maaf kepada pelanggan atas dampak kenaikan harga itu. Perusahaan meminta pengertian konsumen dan mitra bisnis terkait keputusan yang diambil.
"Kami dengan tulus meminta maaf atas dampak revisi harga ini terhadap pelanggan kami dan pemangku kepentingan lainnya, dan kami sangat menghargai pengertian Anda," tulis perusahaan dalam keterangan resminya, dikutip Selasa (12/5/2026).
Kenaikan harga tidak hanya terjadi di pasar Amerika dan Eropa. Nintendo juga mengumumkan penyesuaian harga untuk pasar Jepang mulai akhir Mei 2026.
Baca Juga: Tips dan Trik, Main Game Nintendo Jadul di Android untuk Pecinta Retro Gaming
Seluruh model Switch generasi pertama dan versi khusus Switch 2 berbahasa Jepang akan mengalami kenaikan harga. Nintendo juga berencana menaikkan biaya layanan berlangganan online di negara asalnya tersebut.
Meski belum ada pengumuman resmi untuk Indonesia, harga Switch 2 diperkirakan ikut terdampak. Pasalnya, produk Nintendo di Indonesia masih bergantung pada distributor dan importir.
Harga konsol di Indonesia biasanya mengikuti perubahan kurs dolar AS dan biaya impor. Selain itu, stok global juga menjadi faktor yang memengaruhi harga jual di pasar lokal.
Saat ini, Nintendo Switch 2 di Indonesia dijual di kisaran Rp8 juta hingga Rp9 juta. Jika kenaikan global diterapkan, harga konsol tersebut berpotensi naik beberapa ratus ribu rupiah.
Nintendo menjadi perusahaan konsol terbaru yang menaikkan harga perangkat gaming. Sebelumnya, Sony lebih dulu menaikkan harga PlayStation 5 di sejumlah negara.
Sony menyebut tekanan ekonomi global sebagai alasan utama kenaikan harga PS5. Kondisi pasar teknologi yang tidak stabil juga membuat biaya produksi perangkat meningkat.
Di sisi lain, Nintendo tetap mencatat performa bisnis yang positif sepanjang tahun ini. Perusahaan mengaku telah menjual hampir 20 juta unit Switch 2 sejak dirilis pada Juni tahun lalu.
Dikutip dari BBC, Nintendo juga membukukan laba sebesar US$2,7 miliar (sekitar Rp47 triliun). Angka tersebut meningkat 52 persen dibandingkan periode tahun sebelumnya.
Kenaikan harga komponen seperti RAM dan media penyimpanan disebut menjadi penyebab utama harga konsol naik. Permintaan tinggi dari industri kecerdasan buatan (AI) membuat pasokan komponen global semakin terbatas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Mitsubishi Pajero Baru Berpotensi Hadir dengan Varian Ralliart, Ini Bocorannya
- 2Daftar iPhone, iPad, hingga Mac yang Mendukung Siri AI Baru dari Apple
- 3Galaxy Z Fold 8 Ultra Kembali Bocor, Pertahankan Desain Khas Seri Fold
- 4Pemerintah AS Perintahkan Anthropic Hentikan Fable 5 dan Mythos 5
- 5vivo X Fold6 Resmi Meluncur 26 Juni, Pre-Order Sudah Dibuka di China
- 6Insta360 Luna Ultra Meluncur, Kamera Gimbal Saku Penantang DJI Osmo Pocket
- 7Apa Itu Matter? Teknologi Smart Home yang Bikin Perangkat Beda Merek Bisa Terhubung
- 8Bocoran Oppo Find N7 Terungkap, Ponsel Lipat Layar Lebar Siap Hadir pada 2027
- 9WhatsApp Uji Coba Panggilan Suara dan Video Grup di Versi Web
- 10Opera Android Punya Tampilan Baru dan Fitur Khusus Sepak Bola Ramaikan Piala Dunia 2026





