Tekno

Grok 4.6 Diklaim Setara Model AI Teratas, Andalkan Data Cursor

Winna Wandayani | 14 Agustus 2026, 21:01 WIB
Grok 4.6 Diklaim Setara Model AI Teratas, Andalkan Data Cursor
Grok (Grok.ai)

AKURAT.CO xAI merilis Grok 4.6 sebagai model kecerdasan buatan (AI) terbaru yang diklaim mampu bersaing dengan sejumlah model AI terdepan. Model ini disebut mengalami peningkatan dalam kemampuan coding dan pekerjaan berbasis pengetahuan.

xAI menyebut Grok 4.6 mampu mencapai performa tinggi dalam berbagai pengujian untuk coding berbasis agen atau agentic coding. Perusahaan juga mengklaim performanya setara dengan GPT-5.6 Sol milik OpenAI pada sejumlah benchmark.

Salah satu pengujian yang disebut adalah Artificial Analysis Intelligence Index, yang menggabungkan hasil dari sembilan benchmark. CEO xAI Elon Musk bahkan menyatakan Grok 4.6 menjadi yang terbaik jika mempertimbangkan kecerdasan, kecepatan dan biaya.

Peningkatan tersebut tidak lepas dari kerja sama xAI dengan Cursor, perusahaan yang mengembangkan platform coding berbasis AI. Grok 4.5 sebelumnya sudah dilatih menggunakan sebagian data penggunaan nyata yang dikumpulkan Cursor.

Untuk Grok 4.6, xAI disebut menjalankan proses pelatihan tambahan yang lebih panjang. Data dan pengalaman penggunaan dari Cursor dinilai membantu meningkatkan kemampuan Grok dalam memahami serta mengerjakan tugas pemrograman.

Dikutip dari situs resmi x.ai, Kamis (13/8/2026), Grok 4.6 juga akan tersedia di Cursor sejak peluncurannya. Model tersebut turut digunakan dalam Grok Build, agen AI xAI untuk membantu proses pengembangan perangkat lunak.

Selain itu, xAI dan Cursor memperkenalkan Grok Bot dalam versi beta. Agen AI ini dirancang untuk dapat bekerja secara terus-menerus sehingga pengguna tidak harus selalu memberikan instruksi dari awal.

Meski performanya meningkat, tantangan Grok tidak hanya berkaitan dengan kemampuan teknis. Model AI tersebut sebelumnya menuai kontroversi karena disalahgunakan untuk membuat gambar telanjang tanpa persetujuan, termasuk yang melibatkan anak-anak.

Grok juga belum memiliki posisi kuat di pasar perusahaan. Berdasarkan AI Index dari Ramp, hanya sekitar 4 persen perusahaan yang telah menggunakan layanan AI berbayar memilih produk dari xAI.

Dengan peningkatan Grok 4.6, xAI berpeluang kembali diperhitungkan dalam persaingan model AI generatif. Namun, peningkatan kemampuan teknis perlu diikuti dengan upaya memperbaiki kepercayaan pengguna dan memperluas adopsi di kalangan bisnis.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.