Spotify Bikin Cari Audiobook Jadi Lebih Mudah, Sekarang Bisa 'Ngobrol' untuk Mencari Buku

AKURAT.CO Spotify kembali memperluas pengalaman audiobook dengan tiga fitur baru yang membuat pengguna lebih mudah menemukan dan melanjutkan buku favorit. Pembaruan ini terasa cukup berbeda dari sekadar menambah katalog karena Spotify mencoba membuat proses mencari buku menjadi lebih personal dan interaktif.
Mulai sekarang, pengguna tertentu dapat meminta Spotify membuat rekomendasi audiobook berdasarkan kalimat yang mereka tulis sendiri. Ada pula fitur percakapan yang memungkinkan pengguna bertanya kepada Spotify menggunakan teks atau suara, sementara pembaca yang sedang mengikuti sebuah seri akan lebih mudah menemukan buku berikutnya.
Mengutip laman resmi Spotify, Selasa (11/8/2026) James Jacoby selaku Senior Director of Engineering & Insights, Audiobooks di Spotify, mengatakan buku adalah salah satu cara paling bermakna bagi orang menghabiskan waktu di Spotify.
"Fokus kami adalah membuat orang semudah mungkin menemukan cerita hebat dan tetap tenggelam di dalamnya." Menurutnya, ketiga fitur tersebut dirancang agar pengguna menghabiskan lebih sedikit waktu mencari dan lebih banyak waktu menikmati cerita.
Cari Buku Cukup dengan Menjelaskan Selera
Fitur pertama bernama Prompted Playlist for Audiobooks. Konsepnya sederhana: pengguna cukup menjelaskan jenis buku yang ingin didengarkan, kemudian Spotify membuat daftar rekomendasi yang disesuaikan dengan selera pengguna dan tren buku yang sedang populer.
Misalnya, seseorang dapat meminta daftar audiobook yang telah diadaptasi menjadi film dalam tiga tahun terakhir dan mendapat ulasan positif. Pengguna juga bisa memberikan permintaan yang lebih kreatif, seperti meminta Spotify membuat kalender audiobook selama satu tahun dengan satu buku setiap bulan, masing-masing berdurasi kurang dari 15 jam.
Playlist tersebut juga dapat diatur agar diperbarui setiap hari atau setiap minggu. Fitur ini masih berada dalam tahap beta dan hanya tersedia bagi pengguna Premium yang memenuhi syarat di Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Irlandia, Australia, Selandia Baru, dan Swedia.
Spotify sebelumnya sudah memperkenalkan konsep Prompted Playlist untuk musik dan kemudian memperluasnya ke podcast. Kini pendekatan yang sama dibawa ke audiobook.
Yang menarik, pengguna tidak harus mengetahui judul buku atau nama penulis terlebih dahulu. Mereka cukup menjelaskan suasana atau jenis cerita yang diinginkan.
Spotify Sekarang Bisa Diajak Bertanya soal Cerita
Fitur kedua membuat pengalaman tersebut semakin interaktif. Spotify memperkenalkan pengalaman percakapan yang memungkinkan pengguna mengetik atau berbicara kepada Spotify untuk meminta rekomendasi atau menanyakan sesuatu mengenai konten yang sedang didengarkan.
Pengguna dapat mengajukan pertanyaan seperti audiobook bergenre Scandinavian noir yang cocok untuk perjalanan ke Swedia. Mereka juga dapat menanyakan bagian tertentu dari sebuah cerita, misalnya kapan karakter Cyclops pertama kali muncul dalam The Odyssey.
Spotify mengatakan sistem ini dapat memahami pertanyaan lanjutan. Dengan demikian, percakapan tidak harus dimulai dari awal setiap kali pengguna ingin memperjelas rekomendasi.
Fitur percakapan tersebut tersedia dalam bahasa Inggris bagi pelanggan Premium berusia minimal 18 tahun yang memenuhi syarat di Amerika Serikat, Irlandia, dan Swedia.
Spotify juga memperbaiki pengalaman bagi orang yang gemar mengikuti serial buku. Setelah menyelesaikan sebuah buku, layanan akan merekomendasikan judul berikutnya. Buku yang menjadi bagian dari seri juga akan diberi penanda, sementara halaman khusus seri menampilkan urutan membaca.
Pengguna bahkan dapat membuka profil penulis untuk melihat seri lain yang telah mereka tulis.
Fitur rekomendasi buku berikutnya tersedia di Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Irlandia, Australia, Selandia Baru, dan Swedia.
Bagi Spotify, langkah ini menunjukkan bahwa audiobook semakin diperlakukan sebagai bagian penting dari pengalaman platform, bukan sekadar tambahan di samping musik dan podcast.
Bagi pengguna, manfaatnya justru sederhana: lebih mudah menemukan buku yang cocok tanpa harus tahu persis apa yang ingin dicari.
Spotify sedang menguji fitur-fitur tersebut sehingga ketersediaan dapat berubah. Namun arahnya cukup jelas. Platform audio tidak hanya ingin menjadi tempat untuk memutar konten, tetapi juga menjadi semacam teman yang membantu menentukan “apa yang sebaiknya saya dengarkan berikutnya?”
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Infinix GT 50 Pro Dukung Kapolri Cup 2026, Polda Metro Jaya Juara
- 2Apple Dikabarkan Tunda iPhone 18 Reguler hingga 2027, Fokus ke Model Premium
- 3Chery Freelander 8 Mulai Pre-Order di China, Punya Tenaga 818 HP
- 4SpaceX Siapkan 1 Juta Satelit AI, Ilmuwan Khawatir Ganggu Iklim Bumi
- 5DeepSeek V4 Pro Resmi Dirilis, Harganya 14 Kali Lebih Mahal dari V4 Flash
- 6Samsung Pangkas Proses Desain Chip dari Sebulan Jadi Dua Hari Berkat Claude AI
- 7Daihatsu Raih 591 SPK di GIIAS 2026, K-Vision Sabet Penghargaan
- 8Google Pixel 11 Bisa Terjemahkan Bahasa Isyarat Jadi Teks Berkat AI
- 9Apple Siapkan 5 Perangkat Baru pada September 2026, Ada iPhone Lipat
- 10Apple Siapkan AI Sendiri untuk iPhone di China, Gandeng Alibaba





