Tekno

LinkedIn Tambahkan Fitur Lapor Konten AI Berkualitas Rendah, Pengguna Kini Bisa Tandai 'AI Slop'

Winna Wandayani | 1 Agustus 2026, 23:32 WIB
LinkedIn Tambahkan Fitur Lapor Konten AI Berkualitas Rendah, Pengguna Kini Bisa Tandai 'AI Slop'
LinkedIn (Freepik)

AKURAT.CO LinkedIn meluncurkan fitur baru untuk melaporkan unggahan yang diduga dibuat kecerdasan buatan (AI) berkualitas rendah. Fitur ini diharapkan membantu perusahaan meningkatkan sistem pendeteksian konten AI yang kurang bermanfaat.

Pengguna kini dapat melaporkan sebuah unggahan dengan memilih opsi 'Seems like AI slop' melalui menu laporan. Caranya cukup mengetuk ikon tiga titik di pojok postingan, kemudian memilih opsi tersebut jika konten dianggap dibuat AI dengan kualitas rendah.

Istilah AI slop mengacu pada konten berupa teks, gambar, atau video yang dihasilkan AI generatif dalam jumlah besar. Konten semacam ini sering memenuhi linimasa media sosial, tetapi dinilai minim informasi dan kurang memberikan nilai bagi pengguna.

Fenomena tersebut menjadi tantangan bagi banyak platform media sosial, termasuk LinkedIn. Perusahaan teknologi kini berlomba mengembangkan sistem yang mampu membatasi penyebaran konten otomatis berkualitas rendah.

Berdasarkan laporan perusahaan riset Pangram, sekitar satu dari empat unggahan media sosial berformat panjang dibuat menggunakan AI. Dari jumlah tersebut, sekitar 62 persen ditemukan di LinkedIn, sementara hampir setengah artikel di platform X juga mengandung tulisan hasil AI.

Dikutip dari 404 Media, Jumat (31/7/2026), Chief Product Officer LinkedIn, Hari Srinivasan, mengatakan perusahaan tengah meningkatkan upaya untuk mendeteksi konten AI berkualitas rendah. Laporan dari pengguna akan digunakan untuk menyempurnakan sistem pendeteksian tersebut.

Menurut Srinivasan, definisi AI slop terus berkembang seiring pesatnya penggunaan AI generatif. Karena itu, laporan dari pengguna akan membantu LinkedIn menyempurnakan model deteksi agar linimasa berisi konten yang lebih relevan.

Selain menghadirkan fitur pelaporan baru, LinkedIn juga menghapus opsi 'Enhance with AI' saat pengguna menyusun unggahan. Sebagai gantinya, platform akan menyediakan fitur yang hanya memeriksa tata bahasa dan penulisan tanpa mengubah isi tulisan secara signifikan.

LinkedIn menilai pendekatan tersebut dapat membantu pengguna tetap mempertahankan gaya penulisan asli. Di saat yang sama, perusahaan juga ingin mengurangi ketergantungan terhadap AI untuk menghasilkan unggahan secara otomatis.

Perusahaan juga mengungkapkan telah mendeteksi ratusan ribu upaya komentar otomatis setiap hari di platformnya. Selain itu, LinkedIn mengklaim berhasil memblokir miliaran percobaan unggahan otomatis yang memanfaatkan teknologi AI.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.