Meta Tuding NSO Group Kembali Menargetkan Pengguna-nya Meski Dilarang Pengadilan AS

AKURAT.CO Meta mengungkap dugaan serangan siber baru yang menargetkan pengguna WhatsApp. Perusahaan menyebut aksi tersebut dilakukan oleh NSO Group, pengembang spyware Pegasus yang sebelumnya tersandung kasus hukum di Amerika Serikat.
Menurut Meta, tim keamanan WhatsApp berhasil mendeteksi dan menghentikan upaya spear phishing yang dilakukan NSO Group. Serangan itu dilaporkan menyasar sejumlah kecil pengguna yang berada di Yordania dan Lebanon.
Modus yang digunakan disebut melibatkan pengiriman tautan berbahaya kepada target tertentu. Jika berhasil, metode semacam ini dapat digunakan untuk mengakses informasi pribadi korban.
Selain serangan phishing, Meta juga menemukan aktivitas mencurigakan berupa pembuatan akun dan grup uji coba di WhatsApp. Temuan tersebut diduga berkaitan dengan upaya NSO untuk menguji atau mempersiapkan serangan lebih lanjut.
NSO Group dikenal sebagai perusahaan yang mengembangkan Pegasus, salah satu spyware paling terkenal di dunia. Perangkat lunak ini pernah digunakan untuk mengakses data pengguna, termasuk pesan, foto dan riwayat komunikasi.
Sebelumnya, Meta menggugat NSO karena memanfaatkan celah keamanan WhatsApp untuk menyerang sejumlah pengguna. Gugatan tersebut berujung pada kemenangan Meta dan pemberian ganti rugi bernilai jutaan dolar.
Pengadilan AS juga menjatuhkan larangan permanen yang melarang NSO menargetkan WhatsApp maupun penggunanya. Karena itu, aktivitas terbaru yang ditemukan Meta dinilai bertentangan dengan putusan hukum yang masih berlaku.
Meta kini meminta pengadilan mengambil tindakan lebih lanjut terhadap NSO Group. Perusahaan menilai dugaan pelanggaran tersebut perlu ditindak agar keputusan pengadilan tetap dihormati.
"Jika mereka memilih untuk tidak melakukan ini, upaya besar mereka untuk mengubah merek sebagai perusahaan spyware etis yang ingin membuat langkah besar ke pasar AS akan lebih kredibel," ujar John Scott Railton selaku Peneliti senior Citizen Lab, dikutip dari The Guardian, Kamis (11/6/2026).
Di tengah kontroversi tersebut, NSO disebut sedang berupaya memperbaiki citranya dan kembali masuk ke pasar AS. Namun hingga saat ini, perusahaan belum memberikan tanggapan resmi terkait tuduhan terbaru yang disampaikan Meta.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Infinix GT 50 Pro Dukung Kapolri Cup 2026, Polda Metro Jaya Juara
- 2Chery Freelander 8 Mulai Pre-Order di China, Punya Tenaga 818 HP
- 3Apple Dikabarkan Tunda iPhone 18 Reguler hingga 2027, Fokus ke Model Premium
- 4SpaceX Siapkan 1 Juta Satelit AI, Ilmuwan Khawatir Ganggu Iklim Bumi
- 5DeepSeek V4 Pro Resmi Dirilis, Harganya 14 Kali Lebih Mahal dari V4 Flash
- 6Samsung Pangkas Proses Desain Chip dari Sebulan Jadi Dua Hari Berkat Claude AI
- 7Daihatsu Raih 591 SPK di GIIAS 2026, K-Vision Sabet Penghargaan
- 8Google Pixel 11 Bisa Terjemahkan Bahasa Isyarat Jadi Teks Berkat AI
- 9Apple Siapkan 5 Perangkat Baru pada September 2026, Ada iPhone Lipat
- 10Apple Siapkan AI Sendiri untuk iPhone di China, Gandeng Alibaba









