Tekno

Meta Tuding NSO Group Kembali Menargetkan Pengguna-nya Meski Dilarang Pengadilan AS

Winna Wandayani | 13 Juni 2026, 17:48 WIB
Meta Tuding NSO Group Kembali Menargetkan Pengguna-nya Meski Dilarang Pengadilan AS
Ilustrasi WhatsApp (Freepik)

AKURAT.CO Meta mengungkap dugaan serangan siber baru yang menargetkan pengguna WhatsApp. Perusahaan menyebut aksi tersebut dilakukan oleh NSO Group, pengembang spyware Pegasus yang sebelumnya tersandung kasus hukum di Amerika Serikat.

Menurut Meta, tim keamanan WhatsApp berhasil mendeteksi dan menghentikan upaya spear phishing yang dilakukan NSO Group. Serangan itu dilaporkan menyasar sejumlah kecil pengguna yang berada di Yordania dan Lebanon.

Modus yang digunakan disebut melibatkan pengiriman tautan berbahaya kepada target tertentu. Jika berhasil, metode semacam ini dapat digunakan untuk mengakses informasi pribadi korban.

Selain serangan phishing, Meta juga menemukan aktivitas mencurigakan berupa pembuatan akun dan grup uji coba di WhatsApp. Temuan tersebut diduga berkaitan dengan upaya NSO untuk menguji atau mempersiapkan serangan lebih lanjut.

NSO Group dikenal sebagai perusahaan yang mengembangkan Pegasus, salah satu spyware paling terkenal di dunia. Perangkat lunak ini pernah digunakan untuk mengakses data pengguna, termasuk pesan, foto dan riwayat komunikasi.

Sebelumnya, Meta menggugat NSO karena memanfaatkan celah keamanan WhatsApp untuk menyerang sejumlah pengguna. Gugatan tersebut berujung pada kemenangan Meta dan pemberian ganti rugi bernilai jutaan dolar.

Pengadilan AS juga menjatuhkan larangan permanen yang melarang NSO menargetkan WhatsApp maupun penggunanya. Karena itu, aktivitas terbaru yang ditemukan Meta dinilai bertentangan dengan putusan hukum yang masih berlaku.

Meta kini meminta pengadilan mengambil tindakan lebih lanjut terhadap NSO Group. Perusahaan menilai dugaan pelanggaran tersebut perlu ditindak agar keputusan pengadilan tetap dihormati.

"Jika mereka memilih untuk tidak melakukan ini, upaya besar mereka untuk mengubah merek sebagai perusahaan spyware etis yang ingin membuat langkah besar ke pasar AS akan lebih kredibel," ujar John Scott Railton selaku Peneliti senior Citizen Lab, dikutip dari The Guardian, Kamis (11/6/2026).

Di tengah kontroversi tersebut, NSO disebut sedang berupaya memperbaiki citranya dan kembali masuk ke pasar AS. Namun hingga saat ini, perusahaan belum memberikan tanggapan resmi terkait tuduhan terbaru yang disampaikan Meta.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.