AI “Mythos” Bikin Geger Dunia Keamanan Siber, Bisa Temukan Celah Hacker!

AKURAT.CO Perkembangan kecerdasan buatan kembali memicu kekhawatiran global. Sebuah model AI terbaru bernama Mythos dilaporkan memiliki kemampuan menemukan kerentanan sistem komputer secara otomatis dalam skala yang jauh melampaui kemampuan manusia.
Teknologi ini dikembangkan oleh perusahaan AI Amerika, Anthropic, dan saat ini hanya diberikan kepada sejumlah kecil perusahaan serta organisasi infrastruktur penting.
Dilansir Reuters pada 30 April 2026, para pakar keamanan siber menyebut teknologi ini sebagai salah satu lompatan terbesar dalam bidang cybersecurity berbasis AI.
Model tersebut mampu menganalisis kode, menemukan celah keamanan tersembunyi, bahkan menyusun rangkaian eksploitasi secara otomatis.
Hal ini membuat banyak pemerintah dan perusahaan teknologi mulai mempertimbangkan ulang strategi keamanan digital mereka.
Meski dibuat untuk tujuan pertahanan keamanan siber, para ahli menilai teknologi seperti Mythos juga berpotensi disalahgunakan oleh pihak yang berniat melakukan serangan siber.
Jika kemampuan tersebut jatuh ke tangan yang salah, dampaknya bisa sangat besar bagi keamanan internet global.
AI Mythos Bisa Menemukan Ribuan Celah Sistem
Model AI Mythos dirancang untuk menganalisis sistem perangkat lunak dan mendeteksi kerentanan keamanan dengan kecepatan tinggi. Teknologi ini bahkan mampu menemukan zero-day vulnerability, yaitu celah keamanan yang belum pernah diketahui sebelumnya.
Beberapa laporan menyebut model ini dapat mengidentifikasi ribuan bug dalam berbagai software dan sistem operasi. Kemampuan tersebut terjadi karena AI dapat memproses jutaan baris kode dan menguji berbagai skenario serangan secara otomatis.
Peneliti keamanan juga menemukan bahwa model AI ini dapat menggabungkan beberapa kerentanan sekaligus menjadi satu serangan kompleks. Proses yang biasanya membutuhkan waktu berhari-hari bagi peneliti keamanan manusia kini dapat dilakukan dalam waktu jauh lebih cepat menggunakan AI.
Kekhawatiran Dunia: AI Bisa Mempercepat Serangan Siber
Kemampuan AI seperti Mythos memicu perdebatan besar di komunitas teknologi dan keamanan global. Di satu sisi, teknologi ini dapat membantu perusahaan menemukan celah keamanan sebelum hacker memanfaatkannya.
Namun di sisi lain, AI yang sama juga bisa mempercepat pengembangan serangan siber jika disalahgunakan.
Sejumlah bank besar dan perusahaan teknologi bahkan mulai memperkuat sistem keamanan mereka karena meningkatnya ancaman dari AI generasi baru yang mampu menemukan kerentanan sistem dalam skala besar.
Pemerintah dan industri kini mulai membahas regulasi serta kontrol distribusi teknologi AI tingkat lanjut agar tidak digunakan untuk aktivitas kriminal atau perang siber.
Perkembangan ini menandai era baru dalam dunia keamanan digital, di mana AI tidak hanya menjadi alat pertahanan tetapi juga potensi ancaman baru dalam ekosistem internet global.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Mitsubishi Pajero Baru Berpotensi Hadir dengan Varian Ralliart, Ini Bocorannya
- 2Daftar iPhone, iPad, hingga Mac yang Mendukung Siri AI Baru dari Apple
- 3Galaxy Z Fold 8 Ultra Kembali Bocor, Pertahankan Desain Khas Seri Fold
- 4Pemerintah AS Perintahkan Anthropic Hentikan Fable 5 dan Mythos 5
- 5vivo X Fold6 Resmi Meluncur 26 Juni, Pre-Order Sudah Dibuka di China
- 6Insta360 Luna Ultra Meluncur, Kamera Gimbal Saku Penantang DJI Osmo Pocket
- 7Apa Itu Matter? Teknologi Smart Home yang Bikin Perangkat Beda Merek Bisa Terhubung
- 8Bocoran Oppo Find N7 Terungkap, Ponsel Lipat Layar Lebar Siap Hadir pada 2027
- 9WhatsApp Uji Coba Panggilan Suara dan Video Grup di Versi Web
- 10Opera Android Punya Tampilan Baru dan Fitur Khusus Sepak Bola Ramaikan Piala Dunia 2026





