Tekno

Akses Dibobol, Kredit AI Senilai Rp9,6 Miliar Ludes Oleh Hacker!

Yusuf Tirtayasa | 1 September 2026, 19:13 WIB
Akses Dibobol, Kredit AI Senilai Rp9,6 Miliar Ludes Oleh Hacker!
AS bongkar operasi hacker China, NASA hingga Senat Jadi target - Unsplash

AKURAT.CO Organisasi riset keamanan dan evaluasi AI, METR, mengungkap dua insiden keamanan yang terjadi pada Maret dan Mei 2026. Dalam insiden pertama, penyerang berhasil mencuri API key yang digunakan untuk mengakses model AI publik.

Kredensial tersebut kemudian dipakai selama sekitar tiga minggu untuk mengonsumsi kredit API dalam jumlah besar. Berdasarkan laporan The Hacker News pada 1 September 2026, nilai pemakaian kredit tersebut diperkirakan mencapai sekitar US$600.000 atau sekitar Rp9,6 miliar.

Namun, METR tidak benar-benar membayar jumlah tersebut karena penyedia model memberikan kredit secara gratis kepada organisasi nirlaba tersebut.

METR mengatakan insiden itu tidak menyebabkan akses terhadap informasi sensitif. Serangan tersebut juga tidak melibatkan agen AI yang membobol sistem evaluasi METR.

Celah Autentikasi Membuka Akses API Key

Insiden bermula dari sebuah komputer virtual Amazon EC2 milik salah satu peneliti METR. Mesin tersebut sengaja dibuat dapat diakses publik dan dilindungi autentikasi Google. Di dalamnya terdapat API key untuk akun yang menyediakan akses umum ke model AI.

Masalah muncul karena aplikasi yang dibuat menggunakan metode vibe coding memiliki kerentanan fail-open yang secara diam-diam menonaktifkan autentikasi. Dashboard orkestrasi agen AI akhirnya dapat diakses dari internet selama beberapa hari.

METR menduga penyerang menemukan komputer tersebut dengan mencari situs yang baru didaftarkan melalui daftar transparansi sertifikat. Mereka diduga mencari situs vibe coding dengan kata kunci berkaitan dengan LLM atau agen AI yang berpotensi menyimpan API key.

Menurut METR, pada Maret 2026, penyerang mencuri API key untuk melakukan inferensi pada model publik dan mengonsumsi kredit dalam jumlah besar. Setelah mendapatkan akses, penyerang meminta agen AI mengungkap API key, menambahkan kunci SSH untuk mempertahankan akses, lalu menggunakan kredensial tersebut untuk menjalankan model AI.

Percobaan Serangan Kedua

Pada Mei 2026, METR menemukan insiden kedua ketika pihak luar secara sistematis memindai infrastruktur yang dapat diakses publik. Penyerang mencoba mengakses data internal melalui sebuah endpoint yang tidak sengaja terekspos, tetapi upaya tersebut gagal.

METR mengatakan tidak ada informasi sensitif yang diyakini berhasil diakses dalam kedua insiden.

METR kini menekankan pentingnya pengamanan kredensial ketika menggunakan agen AI dan aplikasi yang dibuat dengan cepat. Insiden tersebut menunjukkan bahwa API key dapat menjadi target berharga ketika ditempatkan dalam lingkungan yang dapat diakses dari internet.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.