Mengapa Kebakaran Baterai Mobil Listrik Sulit Dipadamkan? Ini Cara Mengatasinya

AKURAT.CO Kebakaran pada mobil listrik memiliki karakter berbeda dibandingkan kendaraan bermesin konvensional. Baterai lithium-ion dapat mengalami thermal runaway, yaitu kondisi ketika kerusakan pada satu sel memicu panas berantai ke sel lainnya.
Kondisi tersebut dapat membuat suhu baterai meningkat sangat cepat dan api sulit dikendalikan. Bahkan setelah api terlihat padam, baterai masih berisiko kembali terbakar karena panas yang tersimpan di dalam sel.
Paket baterai mobil listrik berada di dalam struktur kendaraan sehingga sumber panas tidak selalu mudah dijangkau. Ketika thermal runaway terjadi, panas dapat menyebar dari satu sel ke sel lainnya dan membuat proses pemadaman berlangsung lebih lama.
Kebakaran baterai juga dapat menghasilkan asap yang mengandung zat berbahaya. Karena itu, selain api, petugas perlu memperhatikan risiko paparan asap selama proses penanganan.
Penanganan kebakaran baterai umumnya berfokus pada menurunkan suhu dan mencegah panas menyebar ke sel lainnya. Beberapa metode yang dapat digunakan meliputi:
1. Pendinginan dengan air
Air digunakan untuk menurunkan suhu baterai dan membantu menghentikan penyebaran panas. Proses ini dapat membutuhkan air dalam jumlah besar dan waktu yang cukup lama.
2. Pendinginan berkelanjutan
Baterai perlu terus dipantau dan didinginkan karena panas yang tersisa dapat memicu kebakaran kembali.
3. Perendaman kendaraan
Dalam kondisi tertentu, kendaraan dapat ditempatkan dalam wadah berisi air untuk membantu mendinginkan dan mengisolasi baterai. Metode ini membutuhkan fasilitas serta prosedur khusus.
4. Sistem pemadaman terarah
Teknologi tertentu dapat mendeteksi area dengan suhu tinggi dan mengarahkan bahan pemadam ke sumber panas. Cara ini membantu membatasi area yang terdampak.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.







