Tekno

Microsoft Ungkap Pendapatan Azure Capai Rp519 Triliun per Kuartal

Winna Wandayani | 3 September 2026, 19:15 WIB
Microsoft Ungkap Pendapatan Azure Capai Rp519 Triliun per Kuartal
Microsoft Azure (Azure.microsoft.com)

AKURAT.CO Microsoft mulai mengungkap pendapatan layanan cloud Azure secara langsung dalam laporan keuangannya. Perubahan ini membuat kinerja Azure lebih mudah dibandingkan dengan Amazon Web Services (AWS) dan Google Cloud.

Dikutip dari Reuters, Kamis (3/9/2026), Microsoft mencatat pendapatan Azure sebesar US$29,4 miliar (sekitar Rp519 triliun) pada kuartal terakhir. Dalam satu tahun fiskal yang berakhir 30 Juni 2026, pendapatan Azure mencapai US$101,9 miliar (sekitar Rp1.799 triliun).

Dengan angka tersebut, Azure masih berada di bawah AWS dari Amazon. AWS mencatat pendapatan US$42,2 miliar (sekitar Rp745 triliun) dalam kuartal terakhir, sedangkan Google Cloud membukukan US$24,8 miliar (sekitar Rp437 triliun).

Sebelumnya, Microsoft hanya mengungkap pertumbuhan Azure tanpa memisahkan nilai pendapatannya. Perusahaan kini mengubah struktur pelaporan keuangan agar bisnis cloud dan AI dapat terlihat lebih jelas.

Microsoft akan membagi laporan bisnisnya menjadi dua segmen utama. Segmen pertama bernama Agents and Infra yang mencakup layanan cloud, perangkat lunak berbasis kecerdasan buatan (AI), serta produk bisnis tradisional.

Sementara itu, segmen Devices and Consumer akan mencakup sistem operasi Windows, bisnis gim Xbox, serta pendapatan iklan dari mesin pencari Bing dan platform LinkedIn. Perubahan ini mencerminkan semakin eratnya hubungan antara bisnis cloud, AI dan perangkat lunak Microsoft.

CEO Microsoft, Satya Nadella, mengatakan AI membawa perubahan besar terhadap teknologi dan model bisnis perusahaan. Menurutnya, perkembangan AI turut mengubah cara Microsoft membangun produk dan menjalankan bisnis.

Microsoft juga memperbarui proyeksi pendapatan Azure untuk kuartal berjalan. Proyeksi tersebut sedikit diturunkan karena sebagian pendapatan GitHub kini dipindahkan ke kelompok bisnis M365 Cloud, bukan lagi dihitung bersama Azure.

Meski demikian, Microsoft menegaskan perubahan tersebut tidak mengubah proyeksi keseluruhan perusahaan untuk kuartal berjalan. Saham Microsoft pun naik sekitar 1,4 persen dalam perdagangan setelah jam bursa setelah pengumuman tersebut.

Pengungkapan pendapatan Azure menjadi penting karena Microsoft merupakan salah satu penyedia infrastruktur cloud utama bagi OpenAI. Persaingan cloud juga semakin ketat seiring meningkatnya kebutuhan komputasi untuk pengembangan dan pengoperasian teknologi AI.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.