Tekno

Gunung Es Raksasa Greenland Menabrak Pulau Joe

Yusuf Tirtayasa | 2 September 2026, 23:43 WIB
Gunung Es Raksasa Greenland Menabrak Pulau Joe
Gunung Es Raksasa Greenland Menabrak Pulau Joe. (sumber: NASA)

AKURAT.CO Sebuah gunung es raksasa yang terlepas dari Gletser Petermann di Greenland bergerak menuju Selat Nares dan menabrak sebuah pulau kecil bernama Joe Island. Fenomena tersebut dipantau melalui citra satelit dan menjadi perhatian karena gunung es itu merupakan bagian dari peristiwa pelepasan es terbesar dari gletser Arktik sejak 2020.

Dalam artikel “Ice Island Survives Run-In With Joe Island”, NASA Earth Observatory pada 1 September 2026 melaporkan gunung es tersebut kemudian berhasil melewati pulau tanpa terpecah menjadi bagian-bagian yang lebih kecil.

Gunung es berbentuk datar tersebut berukuran sedikit lebih dari 76 kilometer persegi ketika terlepas pada Agustus 2026. Sebagai perbandingan, luasnya kira-kira setara dengan wilayah Pulau St. Thomas di Kepulauan Virgin Amerika Serikat.

Namun, ukurannya masih lebih kecil dibandingkan gunung es yang terlepas dari Gletser Petermann pada 2012, yang mencapai sekitar 130 kilometer persegi.

Gunung Es Bergerak Sekitar 3 Kilometer Per Hari

Peristiwa pelepasan gunung es tersebut pertama kali terdeteksi pada 4 Agustus melalui citra satelit Sentinel-1 milik Badan Antariksa Eropa. Para ilmuwan kemudian mengikuti pergerakannya menggunakan data satelit, termasuk Landsat milik NASA dan USGS.

Dalam sekitar satu minggu setelah terlepas, gunung es tersebut bergerak rata-rata 3 kilometer per hari menyusuri Petermann Fjord menuju Selat Nares. Ketika mencapai pertemuan fjord dan selat, gunung es tersebut menabrak Joe Island, sebuah pulau berbatu kecil yang berada di jalur keluarnya gunung es dari fjord.

Tabrakan dengan Joe Island sebelumnya pernah menyebabkan gunung es Petermann terpecah pada 2010. Namun, kali ini gunung es tersebut berhasil melewati benturan tanpa mengalami fragmentasi besar.

Adam Garbo, mahasiswa doktoral bidang glasiologi di University of Ottawa yang ikut memantau gunung es tersebut, mengatakan, “Kami tentu mengamati dengan saksama ketika gunung es itu berinteraksi dengan Joe Island dan terkesan bahwa gunung es tersebut berhasil bertahan tanpa terpecah lebih lanjut.”

Gunung Es Akan Terus Pecah Saat Bergerak

NASA memperkirakan gunung es itu memiliki ketebalan kurang dari 150 meter ketika terlepas. Angin dan arus permukaan kemudian mendorongnya keluar dari fjord dan menjauhi Joe Island menuju arah barat daya di Selat Nares.

Seiring perjalanan, gunung es diperkirakan akan terus pecah menjadi bagian-bagian yang lebih kecil akibat pasang surut, angin, arus laut, serta proses pencairan. Pecahan gunung es dari Gletser Petermann juga dapat menempuh jarak jauh dan berpotensi mengganggu aktivitas serta infrastruktur laut.

NASA mencatat Gletser Petermann merupakan salah satu gletser besar Greenland yang bermuara ke laut. Stabilitasnya penting untuk dipantau karena perubahan pada gletser dapat berhubungan dengan dinamika es Greenland dan kenaikan permukaan laut.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.