Tekno

Parkir Paralel pada Mobil Listrik Ternyata Punya Risiko, Ini Penjelasannya

Winna Wandayani | 24 Agustus 2026, 17:40 WIB
Parkir Paralel pada Mobil Listrik Ternyata Punya Risiko, Ini Penjelasannya
Ilustrasi Mobil Listrik (Pexels)

AKURAT.CO Pembahasan soal parkir paralel pada mobil listrik kembali ramai setelah kasus yang dialami TikToker Aa Juju menjadi perhatian di media sosial. Cara memarkir mobil listrik dalam posisi tersebut ternyata memiliki risiko, terutama jika kendaraan dibiarkan terlalu lama.

Mobil listrik umumnya tidak memiliki mode khusus untuk parkir paralel. Pengemudi dapat menggunakan posisi N atau Neutral dalam kondisi tertentu agar mobil bisa didorong atau dipindahkan.

Namun, posisi N pada mobil dengan sistem perpindahan gigi elektronik tidak selalu membuat seluruh sistem kelistrikan kendaraan mati. Pada kondisi tertentu, sistem mobil tetap berada di posisi ACC sehingga sejumlah komponen elektronik masih menggunakan daya.

Dikutip dari situs resmi Hyundai, Senin (24/8/2026), posisi N setelah mobil dimatikan dapat membuat sistem tetap berada di Accessory (ACC). Jika terlalu lama, kondisi ini bisa menyebabkan aki 12V terkuras.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat mobil listrik berada dalam kondisi tersebut:

- Aki 12V tetap bekerja, meski mobil tidak sedang digunakan untuk berkendara.

- Sistem elektronik tetap membutuhkan daya ketika kendaraan berada dalam kondisi tertentu.

- Aki berisiko terkuras jika mobil dibiarkan terlalu lama dalam kondisi tersebut.

Aki 12V berbeda dengan baterai utama bertegangan tinggi yang digunakan untuk menggerakkan mobil listrik. Meski berukuran lebih kecil, aki ini tetap berfungsi menyuplai listrik untuk berbagai sistem elektronik kendaraan.

Risiko aki tekor terutama muncul ketika mobil dibiarkan dalam kondisi tersebut selama berjam-jam atau bahkan lebih lama. Untuk penggunaan dalam waktu singkat, konsumsi daya umumnya tidak menjadi persoalan besar.

Hyundai menyediakan prosedur mempertahankan mobil di posisi N untuk kondisi tertentu, termasuk ketika kendaraan perlu dipindahkan atau diderek. Posisi tersebut bukan ditujukan sebagai pengganti mode parkir biasa yang digunakan dalam waktu lama.

Saat posisi N digunakan, sistem kelistrikan mobil tetap perlu diperhatikan. Pengemudi sebaiknya mengikuti panduan manual karena prosedurnya bisa berbeda di setiap model.

Persoalan ini juga tidak hanya terjadi pada mobil listrik. Kendaraan yang menggunakan electronic shifter juga dapat mengalami kondisi serupa karena sistem elektronik untuk mempertahankan posisi gigi tetap membutuhkan daya.

Kasus Aa Juju menjadi pengingat bahwa parkir paralel pada mobil listrik tidak cukup hanya dengan memindahkan gigi ke N. Memahami fungsi posisi N dapat membantu mencegah aki 12V kehilangan daya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.