Tekno

Konsumen Makin Selektif, HAKA Auto Ungkap Pertimbangan Saat Beli Mobil Listrik

Winna Wandayani | 22 Agustus 2026, 13:47 WIB
Konsumen Makin Selektif, HAKA Auto Ungkap Pertimbangan Saat Beli Mobil Listrik
BYD HAKA Madiun. (HAKA Auto)

AKURAT.CO Konsumen mobil listrik kini mulai lebih selektif sebelum menentukan pilihan. Selain spesifikasi, kebutuhan mobilitas, pola perjalanan, hingga akses pengisian daya ikut menjadi pertimbangan sebelum membeli.

Hal tersebut diungkapkan Operation Central Area General Manager HAKA Auto, Chitra Ortho Prayundityo. Berdasarkan pengamatannya di area Central, calon pembeli kini lebih banyak menggali apakah kendaraan yang dipilih sesuai dengan penggunaan sehari-hari.

"Kami melihat konsumen sekarang semakin tidak hanya bertanya tentang spesifikasi kendaraan, tetapi juga mulai mempertimbangkan apakah karakter kendaraan tersebut benar-benar sesuai dengan kebutuhan mobilitas sehari-hari," ujar Chitra kepada Akurat.co, Selasa (18/8/2026).

Menurut Chitra, kebutuhan konsumen tidak selalu sama. Ada yang lebih banyak menggunakan kendaraan untuk aktivitas dalam kota, sementara konsumen keluarga memiliki kebutuhan berbeda terkait ruang, jumlah penumpang dan pola perjalanan.

Perbedaan kebutuhan tersebut juga terlihat dari model BYD yang ditanyakan konsumen HAKA Auto. ATTO 1 lebih banyak dikaitkan dengan kebutuhan mobilitas perkotaan, sedangkan M6 menjadi salah satu pilihan bagi konsumen yang membutuhkan kendaraan untuk keluarga.

Untuk M6, konsumen juga perlu mempertimbangkan perbedaan antara versi listrik penuh dan DM. Pilihan tersebut kembali bergantung pada pola perjalanan serta kesiapan pengguna terhadap penggunaan kendaraan listrik dan kebutuhan mesin bensin.

Menurut Chitra, jarak perjalanan harian menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan. Frekuensi perjalanan antarkota, jumlah penumpang, hingga ketersediaan charging juga dapat memengaruhi keputusan konsumen.

"Mereka perlu melihat berapa jauh kendaraan digunakan setiap hari, siapa saja yang biasanya ikut menggunakan kendaraan, bagaimana pola perjalanan mereka, serta bagaimana akses charging-nya," kata Chitra.

Selain soal penggunaan, keraguan terhadap teknologi juga masih menjadi bagian dari proses pertimbangan konsumen. Chitra menyebut pertanyaan yang muncul antara lain berkaitan dengan baterai, pengisian daya, jarak tempuh, biaya penggunaan dan perawatan.

Pengalaman langsung juga menjadi salah satu cara konsumen memahami perbedaan mobil listrik dengan kendaraan konvensional. Menurut Chitra, sebagian konsumen yang awalnya ragu dapat memperoleh gambaran yang lebih jelas setelah mencoba kendaraan.

"Banyak konsumen yang awalnya ragu karena membayangkan kendaraan listrik akan terasa berbeda atau kurang bertenaga dibandingkan mobil konvensional. Tetapi setelah mencoba langsung, mereka biasanya bisa merasakan respons akselerasi," jelas Chitra.

Dari pengamatan tersebut, Chitra menilai keputusan membeli mobil listrik semakin bergeser dari sekadar mengikuti tren atau mengejar spesifikasi. Konsumen kini dituntut melihat apakah teknologi dan karakter kendaraan benar-benar sesuai dengan kebutuhan mobilitasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.