AKURAT.CO Penggunaan AI untuk membantu menulis kode kini semakin umum di industri teknologi. Banyak developer memanfaatkan tools seperti GitHub Copilot, Claude Code, hingga berbagai asisten coding berbasis AI untuk mempercepat proses pengembangan aplikasi dan software.
Namun di balik lonjakan popularitas tersebut, sebuah penelitian terbaru menemukan sisi lain yang mulai mengkhawatirkan. Kode yang dihasilkan AI ternyata berpotensi membawa masalah teknis dan keamanan jangka panjang ke dalam proyek software modern.
Temuan ini menjadi penting karena AI coding kini digunakan mulai dari startup kecil hingga perusahaan teknologi besar. Jika kualitas kode AI tidak diawasi dengan baik, dampaknya bisa memengaruhi keamanan aplikasi yang dipakai jutaan pengguna internet setiap hari.
Peneliti Temukan Ratusan Ribu Masalah pada Kode AI
Dalam studi terbaru yang menganalisis lebih dari 304 ribu commit kode dari ribuan repository GitHub, peneliti menemukan AI coding assistant sering menghasilkan kode dengan berbagai masalah tersembunyi.
Riset tersebut mengidentifikasi sekitar 484 ribu isu berbeda, mulai dari bug, code smell, hingga celah keamanan yang muncul setelah developer menggunakan bantuan AI saat menulis kode.
Peneliti juga menemukan lebih dari 15 persen commit yang dibuat menggunakan AI mengandung setidaknya satu masalah. Yang lebih mengkhawatirkan, sekitar 24 persen masalah tersebut tetap bertahan di versi terbaru software dan tidak segera diperbaiki.
Mengutip arxiv.org, fenomena ini menunjukkan bahwa AI coding memang membantu meningkatkan produktivitas developer, tetapi juga bisa menciptakan technical debt atau “utang teknis” yang semakin sulit diperbaiki seiring waktu.
Industri Teknologi Mulai Waspada
Lonjakan penggunaan AI coding assistant sebenarnya terjadi sangat cepat dalam dua tahun terakhir. Banyak perusahaan teknologi mulai mengintegrasikan AI ke workflow developer karena dianggap mampu mempercepat pembuatan software.
Namun para peneliti menilai developer tetap harus berhati-hati dan tidak sepenuhnya bergantung pada AI. Sistem AI memang mampu menghasilkan kode dalam hitungan detik, tetapi belum selalu memahami konteks keamanan dan kualitas software secara menyeluruh.
Temuan ini juga memunculkan kekhawatiran baru di dunia keamanan siber. Jika kode AI yang mengandung bug dipakai secara luas tanpa audit ketat, risiko eksploitasi keamanan bisa meningkat drastis.
Meski demikian, penggunaan AI coding diperkirakan akan terus tumbuh. Banyak perusahaan teknologi kini justru berlomba mengembangkan AI developer tools yang lebih canggih dengan kemampuan analisis bug otomatis dan validasi keamanan yang lebih baik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Mitsubishi Pajero Baru Berpotensi Hadir dengan Varian Ralliart, Ini Bocorannya
- 2Daftar iPhone, iPad, hingga Mac yang Mendukung Siri AI Baru dari Apple
- 3Galaxy Z Fold 8 Ultra Kembali Bocor, Pertahankan Desain Khas Seri Fold
- 4Pemerintah AS Perintahkan Anthropic Hentikan Fable 5 dan Mythos 5
- 5vivo X Fold6 Resmi Meluncur 26 Juni, Pre-Order Sudah Dibuka di China
- 6Insta360 Luna Ultra Meluncur, Kamera Gimbal Saku Penantang DJI Osmo Pocket
- 7Apa Itu Matter? Teknologi Smart Home yang Bikin Perangkat Beda Merek Bisa Terhubung
- 8Bocoran Oppo Find N7 Terungkap, Ponsel Lipat Layar Lebar Siap Hadir pada 2027
- 9WhatsApp Uji Coba Panggilan Suara dan Video Grup di Versi Web
- 10Opera Android Punya Tampilan Baru dan Fitur Khusus Sepak Bola Ramaikan Piala Dunia 2026






