Tekno

Studi Ungkap Risiko Besar dari Kode Buatan AI

Yusuf Tirtayasa | 24 Mei 2026, 17:19 WIB
Studi Ungkap Risiko Besar dari Kode Buatan AI

AKURAT.CO Penggunaan AI untuk membantu menulis kode kini semakin umum di industri teknologi. Banyak developer memanfaatkan tools seperti GitHub Copilot, Claude Code, hingga berbagai asisten coding berbasis AI untuk mempercepat proses pengembangan aplikasi dan software.

Namun di balik lonjakan popularitas tersebut, sebuah penelitian terbaru menemukan sisi lain yang mulai mengkhawatirkan. Kode yang dihasilkan AI ternyata berpotensi membawa masalah teknis dan keamanan jangka panjang ke dalam proyek software modern.

Temuan ini menjadi penting karena AI coding kini digunakan mulai dari startup kecil hingga perusahaan teknologi besar. Jika kualitas kode AI tidak diawasi dengan baik, dampaknya bisa memengaruhi keamanan aplikasi yang dipakai jutaan pengguna internet setiap hari.

Peneliti Temukan Ratusan Ribu Masalah pada Kode AI

Dalam studi terbaru yang menganalisis lebih dari 304 ribu commit kode dari ribuan repository GitHub, peneliti menemukan AI coding assistant sering menghasilkan kode dengan berbagai masalah tersembunyi.

Riset tersebut mengidentifikasi sekitar 484 ribu isu berbeda, mulai dari bug, code smell, hingga celah keamanan yang muncul setelah developer menggunakan bantuan AI saat menulis kode.

Peneliti juga menemukan lebih dari 15 persen commit yang dibuat menggunakan AI mengandung setidaknya satu masalah. Yang lebih mengkhawatirkan, sekitar 24 persen masalah tersebut tetap bertahan di versi terbaru software dan tidak segera diperbaiki.

Mengutip arxiv.org, fenomena ini menunjukkan bahwa AI coding memang membantu meningkatkan produktivitas developer, tetapi juga bisa menciptakan technical debt atau “utang teknis” yang semakin sulit diperbaiki seiring waktu.

Industri Teknologi Mulai Waspada

Lonjakan penggunaan AI coding assistant sebenarnya terjadi sangat cepat dalam dua tahun terakhir. Banyak perusahaan teknologi mulai mengintegrasikan AI ke workflow developer karena dianggap mampu mempercepat pembuatan software.

Namun para peneliti menilai developer tetap harus berhati-hati dan tidak sepenuhnya bergantung pada AI. Sistem AI memang mampu menghasilkan kode dalam hitungan detik, tetapi belum selalu memahami konteks keamanan dan kualitas software secara menyeluruh.

Temuan ini juga memunculkan kekhawatiran baru di dunia keamanan siber. Jika kode AI yang mengandung bug dipakai secara luas tanpa audit ketat, risiko eksploitasi keamanan bisa meningkat drastis.

Meski demikian, penggunaan AI coding diperkirakan akan terus tumbuh. Banyak perusahaan teknologi kini justru berlomba mengembangkan AI developer tools yang lebih canggih dengan kemampuan analisis bug otomatis dan validasi keamanan yang lebih baik.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.