Tekno

Samsung Kini Blokir Aplikasi yang Banjiri Notifikasi Iklan

Winna Wandayani | 14 Mei 2026, 08:45 WIB
Samsung Kini Blokir Aplikasi yang Banjiri Notifikasi Iklan
Samsung Kini Blokir Aplikasi yang Banjiri Notifikasi Iklan (Sammyguru.com)

AKURAT.CO Samsung menghadirkan fitur baru yang dirancang untuk mengurangi gangguan iklan di ponsel Galaxy. Fitur ini hadir melalui pembaruan aplikasi Device Care versi 13.8.80.7.

Lewat update terbaru tersebut, Samsung mulai memblokir aplikasi yang dianggap terlalu sering mengirim notifikasi iklan. Hal ini dilakukan agar pengalaman pengguna menjadi lebih nyaman.

Aplikasi yang terdeteksi melakukan spam notifikasi akan otomatis dimasukkan ke mode deep sleep. Dengan begitu, aplikasi tersebut tidak lagi aktif mengirim gangguan ke perangkat pengguna.

Dikutip dari SammyGuru, Rabu (13/5/2026), Samsung menyediakan dua sistem pemblokiran dalam fitur terbaru ini. Opsi pertama adalah basic blocking yang bekerja berdasarkan daftar aplikasi tertentu.

Daftar tersebut berisi aplikasi yang telah diidentifikasi Samsung sebagai pengirim iklan berlebihan. Saat aplikasi itu ditemukan di perangkat, sistem akan langsung membatasi aktivitasnya.

Selain itu, ada juga fitur intelligent blocking yang bekerja lebih otomatis. Sistem ini akan menganalisis notifikasi yang muncul untuk menentukan apakah termasuk iklan atau bukan.

Jika notifikasi dianggap terlalu sering dan mengandung unsur iklan, aplikasi terkait akan diblokir otomatis. Namun Samsung mengingatkan bahwa proses deteksi ini tidak selalu akurat.

Sebelumnya, pengguna sebenarnya bisa menghentikan spam iklan secara manual dengan menghapus aplikasi atau mematikan notifikasinya. Kini proses tersebut dibuat lebih praktis karena berjalan otomatis melalui Device Care.

Fitur baru ini diketahui baru tersedia di One UI 8.5 dan belum hadir di semua perangkat Galaxy. Samsung juga disebut masih melakukan peluncuran bertahap dalam beberapa hari atau minggu ke depan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.