Harga Emas Menguat di Tengah Ketidakpastian Global, Pasar Menanti Arah Kebijakan The Fed

Tekno.akurat.co-Harga emas dunia kembali menunjukkan ketahanan di tengah meningkatnya risiko ekonomi dan politik global. Pada perdagangan Jumat pagi WIB, 7 November 2025, harga emas di pasar spot bertahan di atas USD3.980 per troy ounce, sementara kontrak berjangka Comex diperdagangkan mendekati level USD3.991 per troy ounce.
Kenaikan yang relatif terbatas ini terjadi dalam situasi pasar yang dipenuhi ketidakpastian. Investor global kini memusatkan perhatian pada dinamika fiskal dan politik di Amerika Serikat, termasuk potensi shutdown pemerintah federal yang memicu aksi lindung nilai pada aset aman. Merilis dari Supernews.
Dolar Melemah, Sentimen Safe Haven Menguat
Tekanan pada indeks dolar AS menjadi salah satu pendorong utama penguatan harga emas. Pelemahan dolar membuat emas lebih terjangkau bagi pemegang mata uang lainnya. Selain itu, ketidakpastian mengenai arah kebijakan perdagangan dan fiskal pemerintahan AS turut meningkatkan kebutuhan investor terhadap aset pelindung.
Menurut analis, pasar masih mencoba membaca arah kebijakan Presiden Donald Trump terkait tarif impor dan respons Mahkamah Agung, yang dinilai dapat mengguncang rantai perdagangan global dan memengaruhi prospek pertumbuhan ekonomi.
Fokus Utama: The Fed dan Prospek Pemangkasan Suku Bunga
Ekspektasi pemangkasan suku bunga lanjutan oleh The Federal Reserve masih menjadi faktor dominan yang membatasi penurunan harga emas lebih dalam. Setelah dua kali penurunan suku bunga sepanjang tahun, peluang pelonggaran tambahan pada Desember dinilai masih terbuka, meskipun beberapa pejabat The Fed memperingatkan bahwa tekanan inflasi belum hilang.
Skenario suku bunga lebih rendah memperbesar daya tarik emas karena menurunkan imbal hasil aset berbasis bunga.
Analis Zaner Metals, Peter Grant, memproyeksikan harga emas berpotensi menembus kisaran USD4.300 hingga USD4.400 per ons pada akhir 2025 jika pemangkasan suku bunga kembali terjadi dan sentimen risk-off tetap tinggi.
Divergensi di Pasar Logam Mulia
Di sisi lain, harga logam mulia lainnya menunjukkan pergerakan yang berbeda. Perak naik tipis ke USD48,22 per ounce, sementara platinum dan paladium justru terkoreksi cukup dalam.
Pergerakan yang tidak seragam ini menegaskan bahwa kenaikan emas saat ini masih didorong oleh fungsi safe haven, bukan karena penguatan fundamental keseluruhan sektor logam mulia.
Prospek Jangka Pendek
Level USD4.000 per ons menjadi area krusial bagi pasar. Jika harga mampu bertahan dan menembusnya secara konsisten, reli lanjutan diperkirakan semakin kuat. Namun tekanan aksi ambil untung dapat menahan laju dalam waktu dekat.
Secara umum, tren jangka menengah emas masih konstruktif dengan dukungan berbagai faktor:
-
Dolar AS cenderung melemah
-
Risiko geopolitik meningkat
-
Bank sentral global terus menambah porsi emas sebagai cadangan
Sementara risiko terbesar datang dari potensi perubahan mendadak kebijakan moneter yang lebih ketat, serta berkurangnya aliran dana spekulatif ke komoditas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini





