Diduga Terlibat Perundungan, Akun Instagram Anak Vincent Banjir Hujatan

Tekno.akurat.co - Anak Vincent yaitu Legolas Rompies kini sedang banyak menarik perhatian orang-orang. Hal ini disebabkan oleh beberapa informasi yang mengatakan bahwa ia ikut andil dalam melakukan pembulian di sekolahnya bersama teman-teman lainnya yang bisa dibilang parah.
Bullying atau perundungan sendiri sebenarnya masuk ke dalam kejahatan baik dilakukan secara langsung ataupun tidak. Dan hal semacam ini memang tergolong umum terjadi pada anak-anak, atau remaja. Hanya saja, sebagian besar kasusnya kadang tidak separah berita kali ini.
Berita mengenai anak Vincent sendiri, yaitu Legolas Rompies yang masuk ke dalam aksi pembulian ini berawal dari media sosial, atau lebih tepatnya X. Karena beritanya menjadi viral, dan korbannya sudah ada. Ada akun yang mengungkapkan nama-namanya disana.
Baca Juga: Artis yang Tidak Disangka Akan Berkantor di Senayan
Lalu, karena Vincent sendiri termasuk salah satu orang terkenal, beritanya pun menjadi viral. Namun, kami akan memberitahukan bahwa kami hanya menyampaikan ulang tentang apa yang sedang dibicarakan di media sosial. Seperti di Twitter, dan juga Instagram.
Berbicara mengenai Twitter atau yang sekarang dikenal dengan X memang sudah menjadi tempatnya berita menjadi viral. Hal ini disebabkan oleh informasinya yang mudah tersebar, dan siapapun bisa melakukannya. Oleh karena itu, berita seperti ini pun bisa menjadi viral.
Berita mengenai pembulian anak Vincent pun kemudian menjadi viral kembali di Instagram lantaran ada akun yang membagikan mengenai apa saja yang mereka lakukan selama proses pembulian tersebut terjadi. Dan sampai saat ini beritanya pun menjadi semakin ramai.
Diduga Terlibat Perundungan, Akun Instagram Anak Vincent Banjir Hujatan
Apakah benar Anak Vincent ikut dalam pembulian di Binus School? Menurut pihak sekolah internasional tersebut, aksi pembulian memang benar-benar terjadi. Dan keterlibatan anak Vincent menurut Corporate PR Binus University Haris Suhendra memang ada.
Namun pihak sekolah sendiri tidak membeberakan mengenai tindakan apa saja yang dilakukan oleh mereka. Karena jika kalian memperhatikannya, yang terlibat kasus pembulian ini bukan hanya satu orang saja, ada beberapa nama lainnya yang kemudian ikut terseret masalah ini.
Tetapi, pihak sekolah sendiri membenarkan kalau memang benar korbannya mendapatkan luka. Namun untuk secara detail, mereka masih menunggu pernyataan dari pihak rumah sakit. Tetapi, sebelum pernyataan tersebut diberikan oleh pihak sekolah, ada beberapa informasi lainnya yang viral.
Dan seperti yang sudah kami bilang, kebanyakan memang berasal dari media sosial seperti Instragram. Di IG sendiri ada tulisan mengenai nama-nama orang yang melakukan pembulian tersebut, dan apa saja yang dilakukan oleh mereka sampai membuat korbannya dibawa ke rumah sakit.
Baca Juga: Cara Melihat Artis Teratas di Spotify (Top Artist) Yang Sering di Dengar Selama Satu Tahun 2023
Sebagian besar tindakan yang dilakukan disana masuk ke dalam penganiayaan, dimana pelaku pembulain diberitakan melakukan pemukulan, membakar tangan korban dengan rokok, mengikatnya, dan memukul bagian perut. Hanya saja, beritanya sendiri masih belum bisa dipastikan.
Mengingat dari pihak yang terkait seperti sekolah, dan orang terkait sama sekali belum membenarkan mengenai semua tindakan yang disebutkan dalam secarik kertas tersebut. Jadi untuk lebih jelasnya mungkin akan diungkap oleh pihak terkait, karena beritanya sendiri baru.
Tetapi, untuk keterlibatan dan adanya korban pembulian memang sudah dibenarkan. Namun, untuk informasi tertentu sifatnya masih sebuah kabar. Informasi lebih lanjut mungkin akan diberitahukan nanti oelh pihak terkait.
Kesimpulan
Berita mengenai anak Vincent yang terlibat kasus pembulian di International School Binus dibenarkan oleh Corporate PR Binus University Haris Suhendra. Namun untuk detail pembulian yang dilakukan selain yang berasal dari media sosial masih belum bisa dipastikan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini






