Google WeatherNext 3 Bikin Prakiraan Hujan Lebih Akurat hingga 50 Persen

AKURAT.CO Google memperkenalkan WeatherNext 3, model kecerdasan buatan (AI) terbaru untuk meningkatkan akurasi prakiraan cuaca. Teknologi ini mulai digunakan pada Google Search, Maps, serta aplikasi Gemini.
Dikutip dari situs resmi Google, Minggu (6/9/2026), WeatherNext 3 dikembangkan oleh Google DeepMind dan Google Research. Model ini memanfaatkan data satelit geostasioner secara langsung untuk membaca kondisi atmosfer.
Pendekatan tersebut berbeda dari model sebelumnya yang banyak mengandalkan numerical weather prediction (NWP). Sistem NWP menggunakan simulasi fisika berbasis superkomputer yang dapat memiliki jeda data hingga enam jam.
WeatherNext 3 mampu memperbarui prakiraan cuaca setiap jam dengan resolusi yang lebih tinggi. Suhu dan kelembapan diprediksi hingga 5 kilometer, sementara variabel permukaan mencapai 10 kilometer.
Untuk kecepatan angin, model ini menyediakan prakiraan dengan resolusi hingga 25 kilometer. Google menyebut gambaran cuaca WeatherNext 3 sekitar lima kali lebih detail dibandingkan WeatherNext 2.
Peningkatan resolusi tersebut penting untuk menghadapi perubahan cuaca yang berlangsung cepat. Badai, sistem hujan dan perubahan kondisi atmosfer dapat dipantau dengan informasi yang lebih terkini.
Google juga meningkatkan kemampuan WeatherNext 3 dalam memprediksi curah hujan. Model tersebut dilatih menggunakan data NASA IMERG dan analisis curah hujan berbasis radar satelit.
Hasil pengujian Google menunjukkan peningkatan akurasi yang signifikan pada prakiraan curah hujan. Peningkatannya mencapai hingga 60 persen dibandingkan IMERG dalam metrik tertentu, serta 30 persen terhadap MRMS.
WeatherNext 3 tidak hanya ditujukan untuk kebutuhan prakiraan cuaca sehari-hari. Google juga merancang model ini untuk membantu memperkirakan produksi energi dari pembangkit tenaga surya dan angin.
Model tersebut dapat memprediksi kecepatan angin pada ketinggian sekitar 100 meter. Selain itu, tutupan awan dan radiasi matahari juga diperhitungkan untuk memperkirakan potensi energi surya.
Google menilai teknologi ini dapat membantu wilayah yang selama ini memiliki akses terbatas terhadap prakiraan beresolusi tinggi. Asia-Pasifik, Afrika dan Amerika Latin menjadi beberapa kawasan yang berpotensi mendapat manfaat.
Bagi pengguna, manfaat WeatherNext 3 akan terasa melalui Search, Maps dan Gemini. Google mengklaim prakiraan curah hujan untuk satu hari atau lebih ke depan bisa hingga 50 persen lebih akurat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.






