Tekno

4 BUMN Berhasil Masuk Perusahaan Top Forbes Bikin Erick Thohir Bangga, BRI Menjadi Teratas

Varin VC | 19 Juni 2024, 16:08 WIB
4 BUMN Berhasil Masuk Perusahaan Top Forbes Bikin Erick Thohir Bangga, BRI Menjadi Teratas

Tekno.akurat.co-Mentri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pantas merasa bangga dikarenakan empat perusahaan BUMN berhasil masuk Forbes Global 2000 ditahun 2024 ini.

Adapun perusahaan milik negara yang berhasil masuk adalah Bank Rakyat Indonesia, Bank Mandiri, Telkom Indonesia dan yang terakhir Bank Negara Indonesia.

Sebagai mentri BUMN tentunya ini merupakan suatu kebanggaan, hal tersebut bisa dilihat dari video yang dibagikan lewat instagramnya.

"Pengakuan di level internasional ini membuktikan BUMN bisa memberikan pengaruh di level global," kata Erick di video  Instagram-nya.

Dalam video yang diunggah pada 18 Juni 2024, Erick Thohir juga mengungkapkan rasa bangganya.

"Alhamdulillah empat perusahaan BUMN yaitu BRI, Bank Mandiri, Telkom Indonesia dan BNI berhasil masuk dalam Forbes Global 2000 tahun 2024," ujarnya

"Forbes Global 2000 adalah daftar 2.000 perusahaan publik dengan penjualan, laba, aset dan nilai pasar terbesar dari seluruh dunia yang dikeluarkan oleh majalah Forbes," Lanjutnya

Ini adalah pengakuan dunia internasional yang membuktikan BUMN bisa menjadi perusahaan yang mendunia.

Dari 4 perusahaan BUMN yang masuk ke Forbes Global 2000 ini, BRI merupakan yang paling teratas.

BRI menempati peringkat ke-308 dalam Forbes 2000 tahun 2024 unggul dari beberapa perusahaan global seperti Starbucks (319), Repsol (332), Renault (340), Uber (346), Vodafone (349), HP (362).

Bank Rakyat Indonesia (BRI) berhasil mencatat pertumbuhan laba yang positif pada kuartal pertama tahun 2024. Laba BRI naik signifikan menjadi Rp 15,98 triliun. Selain itu, BRI juga aktif menyalurkan kredit dengan total penyaluran sebesar Rp 1.308,65 triliun, yang menunjukkan pertumbuhan 10,89 persen secara Year on Year (YoY).

Dari jumlah tersebut, sebagian besar penyaluran kredit, yaitu 83,25 persen atau sekitar Rp 1.089,41 triliun, disalurkan kepada segmen Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Selain penyaluran kredit, BRI juga mencatat peningkatan pada dana pihak ketiga (DPK) yang tumbuh sebesar 12,80 persen, mencapai nilai Rp 1.416,21 triliun.

Peningkatan ini turut berkontribusi pada total aset perusahaan yang naik sebesar 9,11 persen menjadi Rp 1.989 triliun.

Dari sisi permodalan, BRI menunjukkan kinerja yang kuat dengan rasio kecukupan modal (CAR) berada di level 23,97 persen. Rasio pinjaman terhadap simpanan (LDR) BRI tercatat di angka 83,28 persen, menunjukkan pengelolaan likuiditas yang baik.

Selain itu, perusahaan juga mencadangkan NPL coverage sebesar 214,26 persen untuk mengantisipasi risiko kredit macet.

Dengan pencapaian tersebut, BRI terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, terutama melalui pemberdayaan segmen UMKM yang menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia.

Peningkatan laba dan aset ini menjadi bukti nyata bahwa strategi BRI dalam mengelola kredit dan dana pihak ketiga berjalan dengan baik dan efektif.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.