HP Ini Punya Kamera yang Bisa Dicopot, Cocok untuk Petualangan

AKURAT.CO Membawa ponsel sekaligus kamera aksi biasanya berarti harus membawa dua perangkat. Namun, sebuah smartphone rugged bernama Xsnap 7 Pro mencoba menggabungkan keduanya dalam satu perangkat.
Uniknya, kamera belakang tertentu pada ponsel ini bisa dilepas dan digunakan secara mandiri untuk merekam aktivitas.
Dalam laporan The Verge yang diterbitkan 4 September 2026, reporter senior Andrew Liszewski menyoroti Xsnap 7 Pro sebagai smartphone tangguh dengan kamera aksi yang dapat dilepas. Ponsel tersebut diperkenalkan RugOne sebagai perangkat yang dirancang untuk aktivitas luar ruangan dan kondisi ekstrem.
Xsnap 7 Pro memiliki sertifikasi IP68 dan IP69K. Artinya, perangkat dirancang untuk menghadapi paparan air bertekanan tinggi sekaligus dapat terendam hingga 30 menit. Kamera yang bisa dilepas bahkan memiliki ketahanan air sedikit lebih baik dan dapat digunakan hingga kedalaman 5 meter.
Kamera Bisa Dicopot dari Bagian Belakang
Fitur paling menarik berada pada salah satu kamera belakangnya. Modul tersebut dapat dilepas dari bodi ponsel dan berubah fungsi menjadi kamera aksi mandiri.
Kamera ini memiliki lensa ultrawide 133 derajat dan mampu merekam video hingga resolusi 2,7K pada 30 frame per detik. Hasil rekaman juga diproses menggunakan teknologi koreksi distorsi serta stabilisasi perangkat lunak untuk membantu menghasilkan gambar yang lebih stabil.
Kemampuan tersebut memang belum menyamai kamera aksi khusus seperti DJI Osmo Nano atau Insta360 Go Ultra yang dapat merekam hingga 4K. Namun, kelebihan Xsnap 7 Pro terletak pada konsepnya: pengguna tidak perlu membawa kamera aksi terpisah.
Kamera yang dilepas dapat merekam hingga 40 menit menggunakan baterainya sendiri. Ketika sering dikembalikan ke bodi ponsel untuk mengisi daya, waktu penggunaan kumulatifnya bisa mencapai 800 menit dengan memanfaatkan baterai ponsel berkapasitas 9.300mAh.
Ponsel tersebut juga menyediakan penyimpanan internal 512GB, sedangkan kamera aksi memiliki penyimpanan 64GB. Saat kamera kembali dipasang ke ponsel, rekaman dapat dipindahkan ke penyimpanan utama.
Bukan Sekadar Kamera Aksi
Xsnap 7 Pro tetap merupakan smartphone dengan spesifikasi yang cukup serius. Perangkat ini menggunakan MediaTek Dimensity 8400 5G, RAM 12GB, layar AMOLED 6,67 inci dengan refresh rate 120Hz, serta menjalankan Android 16.
Di bagian belakang terdapat kamera utama 50MP yang sudah dilengkapi stabilisasi dan kamera night vision 64MP dengan dukungan LED inframerah. Kamera depan memiliki resolusi 32MP.
Layar ponsel juga dapat digunakan sebagai monitor nirkabel untuk kamera yang dilepas. Menurut laporan The Verge, koneksi tersebut dapat digunakan hingga jarak sekitar 160 kaki atau hampir 49 meter.
RugOne mulai menawarkan Xsnap 7 Pro melalui Kickstarter pada 7 September dengan harga mulai €799 atau sekitar US$930. Untuk perkiraan kurs Rp16.400 per US$1, nilainya sekitar Rp15,3 juta. Versi global dijadwalkan hadir pada Oktober dengan harga US$999 atau sekitar Rp16,4 juta.
Konsep ini menunjukkan arah menarik dalam desain smartphone. Selama ini kamera tambahan biasanya berarti lebih banyak perangkat yang harus dibawa. RugOne justru mencoba menjadikan komponen smartphone sebagai perangkat terpisah ketika dibutuhkan.
Jika konsep tersebut berhasil, ponsel rugged tidak lagi hanya identik dengan bodi tebal dan perlindungan ekstra. Kamera yang bisa dilepas memberi alasan baru bagi pengguna petualangan untuk memilih perangkat semacam ini.
Tantangannya kemudian bukan sekadar apakah kamera tersebut bisa merekam dengan baik, melainkan apakah satu perangkat benar-benar mampu menggantikan dua gadget tanpa membuat pengalaman pengguna menjadi lebih rumit.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









