Telegram Tambah 11 Fitur Baru Saat Masuk Daftar Platform Risiko Tinggi

AKURAT.CO Telegram memperbarui aplikasinya dengan membawa sejumlah fitur baru untuk pengguna dan pengelola channel. Update versi 11.4.0 ini dirilis ketika Telegram juga menjadi salah satu layanan digital yang masuk kategori risiko tinggi bagi anak di Indonesia.
Penetapan tersebut dilakukan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) setelah melakukan penilaian terhadap ratusan layanan digital. Telegram termasuk dalam 22 platform yang dinilai memiliki risiko tinggi bagi pengguna anak berdasarkan evaluasi hingga 6 September 2026.
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, mengumumkan daftar tersebut pada 15 September 2026. Kebijakan itu mengacu pada PP Nomor 17 Tahun 2025 atau PP Tunas yang mulai berlaku sejak 28 Maret 2026.
"Profil risiko tinggi berarti dilarang memberikan akses kepada akun anak di bawah 16 tahun," ujar Meutya, saat konferensi pers di Kantor Komdigi, Jakarta, Senin (14/9/2026).
Sementara itu, pembaruan Telegram membawa sejumlah perubahan pada fitur komunikasi dan pengelolaan konten. Beberapa fitur juga memberikan lebih banyak pilihan bagi pengguna untuk mengatur tampilan maupun aktivitas di dalam aplikasi.
Berikut sejumlah fitur baru yang hadir di Telegram versi 11.4.0:
1. Similar Channels
Merekomendasikan channel publik yang memiliki topik dan karakteristik pelanggan serupa.
2. Story Repost
Membagikan ulang Story teman atau channel ke Story pribadi, dengan opsi menambahkan komentar, audio, atau video.
3. Video Message di Story
Menambahkan pesan video ke Story dan mengatur ukuran serta posisinya.
4. Kustomisasi Profil
Mengubah warna profil dan latar belakang chat yang dapat dilihat kedua pihak.
5. Statistik Story Channel
Menyediakan data analitik tambahan untuk pengelola channel.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.






